Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gejala Stroke Tak Selalu Wajah Mencong, Segera ke Rumah Sakit Kalau Alami Hal Ini

Nofilawati Anisa • Minggu, 21 Desember 2025 | 01:50 WIB

 

PENTING: Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya, dr. Chandrawati Widya, Sp.N mengungkapkan masih banyak masyarakat kita yang belum bahkan tidak mengetahui gejala stroke.
PENTING: Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya, dr. Chandrawati Widya, Sp.N mengungkapkan masih banyak masyarakat kita yang belum bahkan tidak mengetahui gejala stroke.

RADAR SURABAYA - Stroke merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia serta penyebab utama disabilitas.

Di Jawa Timur, kasus stroke terus meningkat setiap tahun sehingga memerlukan penanganan yang cepat dan tepat.

Prevalensinya 9 per 1.000 penduduk (mil) pada usia 15 tahun ke atas.

Secara nasional, Survei Kesehatan Nasional 2023 menyebut angka prevalensi stroke di Indonesia mencapai 8,3 per 1.000 penduduk (mil), dengan 2,9 juta kasus baru per tahun.

Sementara kalau berdasarkan skala global, sekitar 12,2 juta orang dari berbagai belahan bumi menjadi penderita stroke baru di setiap tahunnya.

Sayangnya, masih banyak masyarakat kita tidak aware dengan kesehatannya meskipun sudah ada tanda-tanda kesehatan yang mengarah ke stroke.

Code stroke merupakan sistem penanganan stroke pada waktu kritis untuk mencegah kerusakan otak permanen.

Penanganan stroke harus dilakukan dalam golden period, yaitu sekitar dua jam sejak gejala muncul.

Dokter Spesialis Neurologi Rumah Sakit (RS) Kemenkes Surabaya, dr. Chandrawati Widya, Sp.N mengungkapkan masih banyak masyarakat kita yang belum bahkan tidak mengetahui gejala stroke.

Gejala stroke, kata dia, tidak selalu muncul dalam bentuk kelemahan separuh tubuh, maupun wajah berubah bentuk, misalnya mencong.

“Kalau kepala pusing seperti berputar, kesemutan, atau nyeri kepala mendadak juga harus diwaspadai. Jangan tunda lagi, harus segera ke rumah sakit. Jangan menunggu anak, saudara atau yang lainnya,” ungkap dr. Chandrawati, di sela sosialisasi Code Stroke Awareness di RS Kemenkes Surabaya, Jumat (19/12).

Ia menyebut sebagai rumah sakit tipe A, RS Kemenkes Surabaya didukung fasilitas lengkap, peralatan canggih, serta tim medis berpengalaman.

Dengan penerapan Code Stroke, seluruh alur pelayanan mulai dari dokter, pemeriksaan penunjang, hingga petugas terkait terintegrasi dan dapat bergerak cepat.

“Mayoritas pasien stroke tidak langsung meninggal, namun mengalami penurunan kualitas hidup akibat gangguan gerak, bicara, serta rentan terkena infeksi,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Bedah Saraf RS Kemenkes Surabaya, dr. M Wildan Hakim, Sp. BS menjelaskan, dalam penanganan stroke, tindakan bedah kini dapat dilakukan secara minimal invasif.

“Teknologi endoskopik dan mikroskopik memungkinkan penanganan perdarahan maupun sumbatan otak dengan lebih aman dan presisi,” ujarnya.

RS Kemenkes Surabaya juga menyediakan layanan Neuro Restorasi Pasca Stroke untuk memulihkan fungsi saraf, kognitif, dan kualitas hidup pasien.

Salah satu teknologi unggulan adalah Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), yaitu stimulasi otak non-invasif menggunakan medan magnet yang membantu meningkatkan neuroplasticity dan mempercepat pemulihan tanpa tindakan operasi.

Melalui layanan terpadu dari fase akut hingga rehabilitasi, RS Kemenkes Surabaya berkomitmen memberikan pelayanan stroke yang komprehensif dan berkelanjutan. (jpc/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#jantung #stroke #rs kemenkes surabaya #Code Stroke #kesehatan #kesemutan #gejala