RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menorehkan prestasi nasional pada ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2025. Dua predikat tertinggi, Swasti Saba Wistara Paripurna dan STBM Paripurna Peringkat I Nasional, resmi menguatkan posisi Surabaya sebagai kota pertama dan satu–satunya di Indonesia yang mampu meraih dua penghargaan sekaligus.
Namun bagi Pemkot, penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, melainkan pintu masuk untuk mendorong standar pembangunan kesehatan kota menuju level yang lebih baik lagi. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan bahwa prestasi ini menjadi titik penting untuk menaikkan kualitas layanan dan lingkungan kota ke level yang lebih tinggi.
“Penghargaan ini merupakan milik seluruh warga Kota Surabaya. Surabaya bersyukur menjadi kota pertama dan satu-satunya di Indonesia yang meraih predikat Swasti Saba Wistara Paripurna,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Eri menekankan bahwa pencapaian tersebut akan menjadi fondasi percepatan program-program prioritas, mulai dari layanan dasar, penanganan stunting, pengendalian penyakit, peningkatan ruang terbuka hijau, hingga ketahanan lingkungan menghadapi perubahan iklim.
Ia juga mengajak seluruh elemen kota menjaga konsistensi gerakan kebersihan dan pola hidup sehat. “Setiap langkah kecil dari kita hari ini akan menjadi fondasi kuat menuju Surabaya yang lebih maju dan Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajat, menambahkan bahwa predikat Swasti Saba Wistara Paripurna merupakan level tertinggi dalam skema Kota Sehat. “Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Surabaya telah menyempurnakan seluruh komponen Kota Sehat berdasarkan kerangka WHO–SEARO,” ujarnya.
Irvan juga menyebut keberhasilan STBM Paripurna sebagai bukti bahwa sistem sanitasi total berbasis masyarakat berjalan efektif, mulai dari perilaku hidup bersih, akses air minum aman, hingga pengelolaan sampah dan lingkungan.
Ia menyebut kolaborasi lintas sektor,mulai masyarakat, kader kesehatan, komunitas, dunia usaha, hingga perangkat pemerintah, menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tersebut. “Kolaborasi yang solid inilah yang memastikan Surabaya terus menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungannya sebagai kota yang sehat, aman, dan nyaman,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Pemkot menargetkan Surabaya tidak hanya unggul dalam standar nasional, tetapi mulai mengadopsi indikator kota sehat global untuk memperkuat posisinya sebagai kota rujukan di Indonesia. (dim/gun)
Editor : Guntur Irianto