RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Kota Surabaya pada Rabu (5/11/2025) akan didominasi kondisi berawan dengan hujan ringan hingga sedang di sejumlah waktu, terutama pada siang hingga malam hari.
Pada pagi hari, cuaca diprakirakan berawan tebal dengan suhu sekitar 26–29°C dan kelembapan udara mencapai 91–92 persen. Memasuki siang hari, Surabaya berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang dengan suhu meningkat hingga 33°C dan kelembapan menurun di kisaran 64–67 persen.
Menjelang sore hingga malam, aktivitas hujan disertai petir diperkirakan masih terjadi di beberapa wilayah kota. Suhu udara berkisar antara 29–32°C dengan peluang hujan antara 47 hingga 62 persen.
Hujan ringan hingga sedang kemungkinan berlanjut hingga malam hari dengan total curah hujan sekitar 1 milimeter.
Kecepatan angin sepanjang hari berkisar antara 3–8 km/jam dengan arah dominan dari utara. Sementara tingkat kelembapan udara relatif tinggi, terutama pada malam hari yang mencapai 88–90 persen.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya mengimbau masyarakat di wilayah pesisir Jawa Timur untuk mewaspadai potensi banjir rob yang diperkirakan berlangsung hingga 9 November 2025.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengatakan banjir rob umumnya dipicu oleh gaya gravitasi bulan yang meningkat saat fase bulan baru maupun bulan purnama.
“Fase bulan purnama saat ini memengaruhi kondisi pasang surut di bulan November 2025 yang berpotensi menyebabkan pasang maksimum dan surut minimum di wilayah pesisir Jawa Timur,” ujar Sutarno.
Fase bulan purnama terjadi pada Rabu (5/11) pukul 20.19 WIB. Dalam periode tersebut, ketinggian air pasang diperkirakan mencapai 130–150 sentimeter di atas rata-rata muka air laut atau mean sea level (MSL), terutama pada pukul 21.00–24.00 WIB.
“Genangan yang ditimbulkan bisa mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan darat, juga kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” tambahnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek