RADAR SURABAYA - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan pengembangan ekosistem halal nasional. Kantin Pusat ITS yang telah bertransformasi menjadi Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS).
Kepala Pusat Kajian Halal ITS, Prof Setiyo Gunawan ST PhD IPM menyebut pembentukan Zona KHAS ITS berangkat dari dukungan kuat institusi. “Pembentukan zona KHAS harus dilakukan secara top-down, agar arah dan komitmennya jelas,” ungkapnya, Senin (27/10).
Sejak dikembangkan pada 2023, kantin pusat ITS yang telah bertransformasi menjadi Zona KHAS menjadi simbol sinergi antara kampus, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan kuliner yang halal, aman, sehat, dan nyaman.
"Lebih dari sekadar tempat makan, Zona KHAS kini menjadi destinasi eduwisata halal yang mengajak pengunjung untuk belajar dan menerapkan gaya hidup halal di keseharian mereka. Melalui inisiatif ini, ITS tidak hanya membangun budaya konsumsi yang berkualitas, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia," jelasnya.
Prof Nur Aini Rakhmawati SKom MScEng PhD dari Departemen Sistem Informasi. Dalam paparannya, Setiyo menjelaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam menjaga kehalalan produk, salah satunya melalui platform trace.halal.go.id.
"Halal bukan hanya urusan agama, tapi juga soal keamanan dan kualitas makanan yang kita konsumsi,” ujar Prof Aini.
Meysara Cahyadi, Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan apresiasinya atas komitmen ITS dalam membangun ekosistem halal di lingkungan kampus. “Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan inspirasi, wawasan praktis, dan strategi yang dapat diimplementasikan di Jawa Tengah, khususnya di ponpes binaan kami,” ujar Meysara. (*)
Editor : Lambertus Hurek