Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

AI dan Nurani Siapkan SDM Unggul Indonesia

Nofilawati Anisa • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 14:13 WIB
FOKUS: Suasana diskusi hangat dengan topik AI dan Hati Nurani untuk SDM unggul Indonesia
FOKUS: Suasana diskusi hangat dengan topik AI dan Hati Nurani untuk SDM unggul Indonesia

RADAR SURABAYA - Peneliti dari Unitomo Surabaya bersama mitra Universitas Negeri Surabaya (Unesa) serius berdiskusi di Pusat Riset Kecerdasan Artifisial dan Keamanan Siber (PRKAKS) BRIN Bandung.

Diskusi membahas satu misi, yaitu bagaimana AI-Based Career Readiness Model bisa menyiapkan mahasiswa Indonesia agar lebih siap menghadapi dunia kerja yang bergerak cepat.

@Baca Juga: Ribuan Pelanggar Terjaring ETLE di Surabaya, Didominasi Kendaraan Roda Empat

Sistem ini menggunakan machine learning dan natural language processing untuk membaca CV dan video perkenalan mahasiswa, menganalisis kompetensi mereka, lalu mencocokkannya dengan kebutuhan dunia industri.

Namun, di balik istilah rumit itu, ada tujuan yang sederhana dan manusiawi yaitu membantu mahasiswa menemukan jalan yang tepat, dan memberi universitas informasi yang akurat untuk menyesuaikan kurikulum.

Kepala Pusat Riset BRIN, Dr. Anto Satriyo Nugroho, menyambut para peneliti dengan hangat.

“AI bukan hanya alat pintar. Ini jendela baru untuk melihat realitas sosial. Dengan data yang tepat, kita bisa mengambil keputusan yang lebih manusiawi,” ujarnya.

Diskusi berlangsung hangat. Para peneliti dari Unitomo, Unesa, dan BRIN saling menanggapi, berbagi ide.

Salah satu peneliti BRIN menegaskan, “AI bisa memberi skor kesesuaian antara lulusan dan kebutuhan industri. Dari situ, universitas tahu bagian mana dari kurikulumnya yang harus diperbarui. Ini bukan mengganti peran dosen, tapi membantu mereka mengambil keputusan lebih tepat.”

Dr. Meithiana Indrasari, Ketua Tim Peneliti RIIM–Kompetisi 2025 mengatakan, riset ini bukan sekadar laporan akademik.

“Kami ingin membangun ekosistem yang hidup, yang menumbuhkan manusia, bukan mesin. AI boleh menghitung, tapi manusia tetap yang memutuskan. Yang kita kejar bukan hanya efisiensi, tapi juga makna,” katanya.

Ia percaya, pendidikan tinggi harus mengikuti ritme zaman tanpa kehilangan jiwanya.

“Kita tidak boleh membiarkan teknologi berjalan sendiri. Mesin bisa memberi skor, tapi nurani tetap di tangan manusia,” tambahnya.

Dari pertemuan itu, lahir ide-ide lanjutan. Penelitian di bidang keamanan siber, pengembangan Career Development Center berbasis AI, hingga sistem analisis data lulusan yang bisa diakses lintas kampus.

Semua bertujuan membangun ekosistem yang menyatukan pendidikan tinggi, kebijakan nasional, dan kebutuhan industri.

Yang turut dalam diskusi itu, dari Unesa, Dr. Eko Pamuji dan Tatak Setiadi, M.A., dari Unitomo, Alda Raharja, S.Kom., M.MT., serta Tri Handayani, S.Kom., M.S.M. dari BRIN.

Mereka datang dari disiplin ilmu berbeda, tapi memiliki kesamaan pandangan: masa depan pendidikan harus dibangun atas kolaborasi dan empati.

Kegiatan ini bagian dari program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) dengan skema pendanaan kompetitif BRIN yang mendorong riset aplikatif untuk kemajuan bangsa.

Proyek Unitomo sendiri berjalan selama tiga tahun, dari 2025 hingga 2027, dengan fokus mengintegrasikan kebijakan, akademik, dan teknologi kecerdasan buatan dalam satu ekosistem pembelajaran baru.

Sepanjang diskusi, percakapan sering melompat dari teknis ke visi besar.

Dari membahas algoritma, mereka bergeser ke pertanyaan yang lebih mendasar: bagaimana AI bisa membantu mahasiswa memahami potensi diri mereka sendiri.

Bagaimana teknologi bisa membantu tanpa menggantikan peran manusia. Bagaimana universitas bisa menjadi lebih responsif, namun tetap manusiawi. (opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#BRIN #penelitian #AI #UNESA #bandung #Unitomo #Nurani