RADAR SURABAYA — Kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya bakal mulai menggeliat lagi.
Setelah bertahun-tahun terbengkalai, area legendaris yang dulu menjadi ikon hiburan warga Kota Pahlawan itu kini kembali dilirik kalangan investor.
Setidaknya empat investor telah mengajukan surat peminatan resmi untuk mengembangkan bekas area kolam renang THR yang sejak lama tak difungsikan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyambut positif minat investasi ini dengan tetap memastikan arah pengembangan kawasan tersebut berpihak pada kepentingan publik.
Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian membenarkan bahwa, hingga saat ini sudah ada empat investor yang menunjukkan minat serius untuk berinvestasi.
“Iya, mereka masih mengajukan surat peminatan aja. Baru di spot tertentu, tepatnya di arena eks kolam renang,” ujar Iman pada Radar Surabaya.
Iman menjelaskan, skema investasi yang ditawarkan ialah berbentuk penyewaan lahan oleh Pemkot kepada investor yang berminat mengembangkan fasilitas baru di kawasan tersebut.
Dalam rencana awal, pemerintah hanya menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan dan pengelolaan fasilitas akan dilaksanakan langsung oleh pihak penyewa atau investor.
“Rencana pemkot akan menyiapkan lahan saja, dan lahan akan disewakan. Untuk kemudian pembangunan lapangan atau fasilitas, dilaksanakan oleh penyewa atau investor lahan tersebut,” jelasnya.
Konsep yang ditawarkan tetap sejalan dengan rencana Pemkot Surabaya untuk menjadikan kawasan eks kolam renang di kawasan THR itu sebagai arena olahraga.
Bekas kolam renang itu diharapkan dapat berevolusi menjadi pusat aktivitas publik yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi tanpa meninggalkan esensi sosialnya.
“Arahnya tetap sebagai arena olahraga seperti yang direncanakan,” tegas Iman.
Sebagai informasi, sebelumnya Pemkot Surabaya akan melakukan alih fungsi bekas kolam renang di kawasan eks THR menjadi arena olahraga.
Rencananya, di sana pemerintah akan membuat lapangan mini soccer hingga padel.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Bahtiyar Rifai, mengingatkan agar Pemkot tidak gegabah atau sekadar ikut tren daerah lain tanpa perhitungan pasar yang jelas.
“THR itu kan infonya mau dibuat mini soccer dan padel. Nah, ini bagus, cuma kita lihat pasarnya dulu. Jangan sampai kita ini FOMO dengan daerah lain mau bikin gini, padahal (pasarnya) belum tentu ada,” ujar Bahtiyar. (dim)
Editor : Nofilawati Anisa