RADAR SURABAYA - Dua komplotan pencuri motor terekam CCTV hanya butuh waktu 10 detik saat beraksi mencuri motor Honda Beat warna putih nopol L 4655 ML milik SK di depan kantor swasta Jalan Klakahrejo, Benowo, Surabaya, Senin (13/10) pukul 12.04.
Video rekaman kamera pengawas yang merekam momen keduanya beraksi tersebar luas di media sosial (medsos). Dari video rekaman CCTV berdurasi 7 menit 44 detik, pelaku hanya butuh waktu kurang dari 10 detik mencuri motor.
Kedua pelaku awalnya datang ke lokasi berboncengan mengendarai motor matik. Satu pelaku yang semula sebagai joki turun tepat di depan kantor tempat kerja korban yang brrada di pinggir jalan raya.
Saat itu situasi depan kantor sepi dan hanya ada empat unit motor yang terparkir. Pelaku yang memakai sweater warna putih, celana jins pendek, dan helm warna kuning lalu mendekati motor korban.
Dia tampak sudah mengeluarkan alat diduga kunci T untuk merusak kunci setir motor Honda Beat korban. Pelaku yang bertugas eksekutor itu langsung merusak kunci setir. Hanya kurang dari 10 detik kunci setir berhasil dibobol. Motor dinaiki dan mesinnya berhasil dinyalakan. Kedua pelaku langsung kabur beriringan.
Pemilik motor SK mengatakan baru menyadari motornya hilang dicuri saat hendak pulang bekerja. Sebelum pulang korban sempat bersih-bersih halaman kantor. Saat itu korban melihat motor sudah tidak ada di tempat parkir semula.
Korban sempat mencari di sekitar lokasi dan menanyakan keberadaan motor. Namun tidak ada yang tahu. Korban juga langsung menanyakan keberadaan motor kepada suaminya yang bekerja satu kantor.
"Kami kerja satu kantor, kata suamiku nggak ada orang yang bawa," ucapnya, Rabu (22/10). SK dan suaminya lalu bergegas meminta dan mengecek rekaman CCTV kepada operator kantor. Ternyata dugaannya tidak meleset. Motor dicuri oleh dua orang pelaku sekitar pukul 12.04.
"Aku minta tolong cek CCTV ternyata (motor) dibawa orang nggak dikenal itu. Pas kejadian aku istirahat di lantai dua," terangnya. Atas kejadian tersebut korban mengaku mengalami kerugian belasan juta rupiah. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto