Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Gubernur Khofifah Sebut Pembangunan Kian Paripurna dan Merata

Mus Purmadani • Minggu, 12 Oktober 2025 | 23:16 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur. (IST)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur. (IST)
 

RADAR SURABAYA - Upacara Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Minggu (12/10), di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya berlangsung meriah. Ribuan undangan hadir dalam upacara yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dua mantan Gubernur Jawa Timur, yakni Mayjen TNI (Purn) Imam Utomo dan Soekarwo.

Dalam pidatonya, Khofifah menegaskan bahwa delapan dekade perjalanan Provinsi Jawa Timur bukan sekadar hitungan waktu, melainkan cerminan daya tahan, kerja keras, dan kreativitas warganya. “Delapan puluh tahun Provinsi Jawa Timur menjadi perjalanan panjang penuh sejarah, perjuangan, sekaligus kemajuan,” ujarnya.

Ia menyebut kemajuan Jawa Timur saat ini merupakan hasil pertumbuhan wilayah yang merata. Mulai kawasan metropolitan Surabaya sebagai pusat perdagangan dan jasa, industri di Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Pasuruan, Tuban, dan Lamongan, hingga sektor pertanian dan wisata di Mataraman, Banyuwangi, serta Madura.

Tema Hari Jadi ke-80 “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh”, menurut Khofifah, mencerminkan semangat seluruh elemen masyarakat menghadapi tantangan zaman. Ia juga memperkenalkan filosofi kerja “Jatim Bisa”, akronim dari Berdaya, Inklusif, Sinergis, dan Adaptif, sebagai arah pembangunan ke depan.

Khofifah memaparkan sejumlah capaian strategis. Pada Triwulan II 2025, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur mencapai 5,23 persen (year on year), melampaui rata-rata nasional 5,12 persen. Realisasi investasi 2024 juga menembus Rp 147,3 triliun, tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

Kemajuan ekonomi itu berdampak pada penurunan angka kemiskinan menjadi 9,5 persen, dengan kemiskinan ekstrem hanya 0,66 persen. Jumlah Desa Mandiri juga meningkat menjadi 4.716 desa, terbanyak di Indonesia.

Di sektor pangan, Jawa Timur mempertahankan posisi sebagai “Lumbung Pangan Nasional” dengan produksi padi Januari–November 2025 mencapai lebih dari 12 juta ton gabah kering panen. Selain itu, sebanyak 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dibentuk untuk memperkuat ekonomi desa.

Khofifah juga menegaskan kesiapan Jawa Timur menjadi Gerbang Baru Nusantara dengan dukungan 37 pelabuhan, 7 bandara, 12 ruas tol, 13 kawasan industri, serta dua kawasan ekonomi khusus.

Menutup pidatonya, Khofifah mengajak seluruh warga Jatim menjaga semangat gotong royong dalam membangun provinsi. “Dengan semangat Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh, mari menatap masa depan yang inklusif, sejahtera, dan berkelanjutan. Tangguh Nyawiji, Tumuwuh Mulyo,” ucapnya. (mus) 

Editor : Lambertus Hurek
#Soekarwo #imam utomo #Hari Jadi Provinsi Jawa Timur #khofifah indar parawansa #gubernur jawa timur