RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan keseriusannya dalam menjawab keresahan para mitra jagal terkait rencana pengembangan Rumah Potong Hewan (RPH) Tambak Osowilangon. Pemkot memastikan akan membuka ruang dialog dan mencarikan solusi terbaik agar kebijakan baru ini tidak merugikan pelaku usaha di lapangan.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma, mengungkapkan ada empat kekhawatiran utama yang disampaikan para jagal. “Diantaranya biaya akan lebih besar, kuatir adanya begal, daging tidak fresh dan warga tidak bekerja,” ujarnya.
Baca Juga: Efek Buruk Narkoba, Dari Kerusakan Tubuh hingga Ancaman Generasi Muda
Menanggapi hal itu, Vykka menegaskan Pemkot tidak akan menutup mata. “Pasti kami berikan solusi dan akan memikirkan jalan keluarnya untuk para mitra jagal,” tegasnya.
Menurutnya, konsep pengembangan RPH Tambak Osowilangon justru diarahkan untuk meningkatkan skala bisnis mitra jagal, dengan dukungan fasilitas yang lebih modern. “Jadi, para mitra jagal ini akan mendapat jauh lebih bagus dari segi sarana dan prasarana,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Surabaya berencana mengundang para mitra jagal untuk duduk bersama dan mencari titik temu. “Mari nanti kita duduk bersama-sama membahas solusinya,” tutur Vykka.
Ia juga menambahkan bahwa penyelesaian persoalan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Pemkot semata, tetapi juga akan mendapat dukungan penuh dari DPRD Surabaya. “Dan pasti juga akan dibantu oleh Komisi B DPRD Kota Surabaya,” pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek