Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahasiswa Ubaya Ciptakan Parfum dari Limbah Buah, Ramah Lingkungan dan Tahan Lama

Andy Satria • Minggu, 21 September 2025 | 05:49 WIB
RAMAH LINGKUNGAN: Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), membuat inovasi dengan memproduksi parfum dari limbah kulit buah sehingga ramah lingkungan, di kampus setempat, Jumat (19/9).
RAMAH LINGKUNGAN: Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya), membuat inovasi dengan memproduksi parfum dari limbah kulit buah sehingga ramah lingkungan, di kampus setempat, Jumat (19/9).

RADAR SURABAYA - Kreativitas anak muda Surabaya kembali mencuri perhatian.

Lima mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) membuat inovasi parfum ramah lingkungan bernama “Dauroma”, yang terbuat dari ekstrak limbah buah.

Tim kreatif ini beranggotakan Nicole Olivia Tranggono, Selena Hans, Christopher Kayne, Fransiskus Hendra Setiawan Roni, dan Cloresita Margareta Hawins.

Nama Dauroma sendiri merupakan singkatan dari “daur ulang” dan “aroma” yang mencerminkan misi utama mereka yakni mengubah limbah menjadi produk bernilai tinggi.

Nicole Olivia Tranggono mengungkapkan ide ini berawal dari keresahan akan banyaknya limbah buah di Indonesia, salah satunya adalahimbah kulit buah dari UMKM penjual jus buah.

“Kami ingin menciptakan parfum eco-friendly dengan memanfaatkan limbah kulit buah. Selain ramah lingkungan, aroma Dauroma bisa bertahan lebih dari delapan jam,” kata Nicole, Jumat (19/9).

Setiap parfum dibuat melalui proses cukup panjang, sekitar dua minggu.

Mulai dari pengumpulan kulit buah, ekstraksi, penyaringan, formulasi, hingga pematangan (maceration) agar aroma menyatu sempurna sebelum dikemas.

Proses produksi satu botol parfum membutuhkan waktu sekitar 2–4 minggu, tergantung jenis buah yang diekstrak.

Selain kulit buah, parfum ini juga menggunakan essential oil, alkohol, etanol, serta bahan khusus agar aroma tetap segar hingga delapan jam.

Inovasi ini mendapat dari bimbingan dosen pembimbing, Adhika Putra Wicaksono, M.M, serta binaan Ubaya InnovAction Hub (UIH).

Karya mereka juga berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW).

Nicole menambahkan, timnya berharap Dauroma bisa menjadi pilihan parfum lokal yang tidak hanya wangi dan tahan lama, tetapi juga berdampak sosial.

“Kami ingin masyarakat makin sadar pentingnya produk ramah lingkungan, sekaligus membuka peluang pemberdayaan masyarakat lewat proses produksi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Tak hanya berhenti di tahap riset, Dauroma kini sudah dipasarkan secara pre order melalui e-commerce dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 90 ribu per botol ukuran 30 ml. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#Fakultas Teknik #Dauroma #buah #ramah lingkungan #ubaya #parfum #limbah #tahan lama #Radar Surabaya