RADAR SURABAYA - Cuaca di Kota Surabaya pada Jumat, 19 September 2025 diperkirakan diawali hujan ringan sejak pagi. Pada pukul 07.00–09.00, kondisi langit didominasi awan dengan sesekali turun gerimis. Suhu udara berkisar antara 27–31 derajat Celsius dengan kelembapan relatif tinggi, mencapai 83 persen di pagi hari.
Memasuki siang, hujan reda. Matahari mulai tampak meski sesekali tertutup awan. Suhu meningkat hingga 33 derajat Celsius pada pukul 12.00, dengan kelembapan turun menjadi 57 persen. Cuaca cenderung berawan hingga cerah berawan.
Sore hari, Surabaya diprediksi lebih cerah. Mulai pukul 14.00 cuaca berangsur cerah hingga matahari terbenam. Suhu bertahan di kisaran 32–33 derajat Celsius dengan kelembapan antara 54–62 persen. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 15–17 km/jam.
Secara umum, hujan hanya berpotensi turun pada pagi hari. Setelah itu, warga Surabaya bisa beraktivitas di luar ruangan tanpa gangguan berarti. Namun, suhu udara cukup terik di siang hari, sehingga disarankan tetap menjaga hidrasi dan membawa pelindung diri saat beraktivitas di luar rumah.
Di tengah puncak musim kemarau, Surabaya justru diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang di beberapa sudut kota Surabaya bahkan ada yang disertai petir dan angin kencang.
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak, Ady Hermanto, menyebut hujan kali ini dipicu pasokan uap air dari Samudra Hindia. “Baik di Surabaya maupun Jawa Timur mendapat pasokan uap air dari Samudra Hindia sehingga atmosfernya basah,” jelasnya, Kamis (18/9).
Fenomena gelombang Kelvin dan Rossby di atmosfer juga ikut memengaruhi pola cuaca di wilayah tropis. Karena itu, hujan diperkirakan masih bisa terjadi dalam 2–3 hari ke depan, terutama siang dan malam hari. “Kondisi ini bisa disebut kemarau basah,” ujarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek