Radar Surabaya – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Di pasar spot, logam mulia sempat menembus USD 3.702,95 per troy ounce, melewati level sebelumnya.
Lonjakan itu dipicu ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan memangkas suku bunga. Sentimen makin kuat seiring meningkatnya permintaan aset aman (safe haven), aksi beli bank-bank sentral global, hingga pelemahan dolar AS.
Pelaku pasar memperkirakan The Fed hampir pasti menurunkan suku bunga 25 basis poin pada akhir rapat FOMC dua hari ini. Meski begitu, data CME FedWatch masih membuka peluang pemangkasan lebih dalam, 50 basis poin.
Presiden AS Donald Trump lewat media sosial juga mendorong langkah agresif The Fed. “Emas melonjak tajam seiring dolar jatuh ke level terendah sejak Juli,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen.
Namun, ia mengingatkan aksi ambil untung jelang keputusan The Fed wajar terjadi.
Pada perdagangan Rabu pagi (17/9) pukul 06.07 WIB, harga emas bergerak tipis, naik 0,10 persen atau USD 3,60 ke posisi USD 3.693,58 per troy ounce.
Editor : M Firman Syah