RADAR SURABAYA - Tren busana pengantin kini semakin dinamis.
Tidak lagi terpaku pada konsep glamor atau tradisional, calon pengantin bebas menentukan gaya sesuai selera.
Mulai dari pesta intimate yang hanya dihadiri keluarga dekat hingga pesta besar dengan nuansa mewah, semua bisa dikreasikan sesuai keinginan.
Whulyan, desainer busana pengantin asal Surabaya, menyebut bahwa industri wedding pascapandemi kian bervariasi.
"Kalau dulu tema pernikahan itu ada patokannya, misalnya glamor atau tradisional. Sekarang calon pengantin bisa memilih sesuai selera. Ada yang intimate, ada juga yang tetap memilih glamor. Intinya tidak ada aturan baku lagi,” ujarnya, Kamis (11/9).
Dalam peragaan busana terbarunya beberapa waktu lalu, Whulyan menampilkan busana pengantin dengan desain simpel berwarna putih.
Koleksi ini dirancang khusus untuk pesta intimate.
Tren warna pastel masih mendominasi pilihan busana pengantin, karena dinilai mampu menghadirkan kesan lembut sekaligus elegan.
“Cutting yang simpel tapi unik semakin diminati. Gaya ini juga banyak dipakai artis. Busana sederhana pun bisa tampil glamor kalau ditambahkan aksesoris, misalnya headpiece. Tinggal mix and match sesuai selera,” jelasnya.
Untuk menambah kesan stylish, Whulyan kerap menghadirkan detail volume dengan teknik puffy.
Yaitu aksen mengembang pada bagian tertentu busana.
Selain itu, ia juga mengaplikasikan teknik dapping, yakni metode membentuk pola langsung di atas manekin dengan melipat kain agar tercipta dimensi tiga yang mengikuti lekuk tubuh.
Menurut Whulyan, konsep simpel dan elegan seperti ini menjadi solusi praktis bagi calon pengantin yang ingin tetap tampil anggun tanpa harus berlebihan.
“Sederhana, tapi tetap stylish. Itu yang saat ini banyak dicari,” pungkasnya. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa