Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Polsek Bubutan Diserang, Warga Surabaya dan Anggota Berhasil Halau Massa, Sita Molotov hingga Besi

M. Mahrus • Rabu, 3 September 2025 | 23:10 WIB
BARANG BUKTI: Anggota Polsek Bubutan bersama warga berhasil menghalanu massa perusuh. Sebanyak 61 orang diamankan dan sita bom molotov.(M MAHRUS/RADAR SURABAYA)
BARANG BUKTI: Anggota Polsek Bubutan bersama warga berhasil menghalanu massa perusuh. Sebanyak 61 orang diamankan dan sita bom molotov.(M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Markas Polsek Bubutan yang merupakan bangunan cagar budaya. Bangunan peninggalan Kolonial Belanda di Jalan Raden Saleh, Surabaya, ini sempat diserang sekitar ratusan massa perusuh pada, Minggu (31/8) dini hari. Namun, berkat bantuan warga setempat berhasil menghalau massa ini.

Kapolsek Bubutan Kompol Vonny Farizky mengatakan, setelah terjadinya pembakaran gedung cagar budaya Grahadi dan Markas Polsek Tegalsari massa yang berkumpul berlari menuju ke arah Polsek Bubutan.

"Massa bekumpul berlari ke arah Polsek Bubutan sekitar 300 orang pada malam itu. Namun dibantu oleh masyarakat dan kelurahan, RT, RW Bubutan. Alhamdulillah Polsek Bubutan pada malam itu berhasil bertahan meskipun dihujani oleh lemparan batu dan bom molotov," ujarnya didampingi Kanit Reskrim Ipda Martinus Simanjuntak, Rabu (3/9).

Menurut Vonny, kejadian penyerangan bukan hanya kejahatan tindak pidana yang dilakukan masyarakat anarkis. "Namun ini kejahatan intelektual yang mana tentunya untuk menghilangkan bangunan cagar budaya yang mana Polsek Bubutan ini bukan hanya kantor polisi namun cagar budaya yang (sudah) berdiri ratusan tahun," jelasnya.

Polisi dengan satu melati di pundaknya menambahkan saat penyerangan terjadi sebanyak 61 perusuh diamankan di depan Polsek Bubutan. Mereka diamankan oleh anggota Polsek Bubutan, Reskrim dan Brimob serta warga yang menjaga kantor Polsek Bubutan. 

"Jumlah 61 diamankan langsung kita serahkan ke Polrestabes surabaya. Dikarenakan waktu itu Polsek Bubutan belum bisa melakukan penyidikan karena tugas kami adalah siaga 1 perintah langsung bapak Kapolrestabes untuk megamankan cagar budaya," terangnya.

Selain mengamankan puluhan perusuh, Polsek Bubutan menyita barang bukti sebuah bom molotov, patahan besi, balok kayu, bambu, batu dan pecahan kaca. "Bom molotov sempat dilemparkan namun tidak meledak karena masih diluar. Kerusakanya mobil patroli, meja SPKT, kemudian barier dirusak hancur. Kerugian sekitar Rp 25 juta an," tuturnya.

Salah satu masyarakat yang ikut menjaga Markas Polsek Bubutan Samuni menyatakan saat itu bersama sekitar 60 warga Bubutan keluar semua membantu mengamankan kantor Polsek Bubutan yang merupakan bangunan cagar budaya yang hendak dirusak dan diserang massa.

"Kami ikut terlibat membantu mengamankan bangunan cagar budaya ini (Mapolsek Bubutan). Ini harus terjaga. Ikut pengamanan waktu itu inisiatif warga, kami ikut berjaga sampai jam 4 subuh. Ada yang anarkis, kita bantu halau," sebutnya. 

Pihaknya mengungkapkan, massa cukup banyak saat itu. Mereka melempar batu, petasan dan bom molotov ke arah Mapolsek Bubutan. (rus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#kriminal di surabaya #jalan raden saleh #MaKo #kerusuhan #sasaran #polsek tegalsari #bubutan #bom molotov #berita surabaya #berita surabaya hari ini #Berita Kriminal Hari Ini #warga #rusak #massa #jadi #Belanda #cagar budaya #peninggalan #kantor #dibantu #serang #markas #polsek bubutan #besi #berita kriminal surabaya