Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nongkrong Menikmati Sajian Khas Manado di Warung Bagejo Pasar Tunjungan Surabaya

Andy Satria • Rabu, 3 September 2025 | 22:04 WIB

 

WARUNG KEKINIAN: Suasana di Warung Bagejo yang berada di lantai dua Pasar Tunjungan, Surabaya, memberikan konsep kekinian dengan menyajikan masakan khas nusantara, Rabu (3/9).
WARUNG KEKINIAN: Suasana di Warung Bagejo yang berada di lantai dua Pasar Tunjungan, Surabaya, memberikan konsep kekinian dengan menyajikan masakan khas nusantara, Rabu (3/9).

RADAR SURABAYA - Di tengah suasana lengang Pasar Tunjungan Surabaya, tepatnya di lantai dua, terselip sebuah warung kecil dengan konsep unik yang kini mulai menarik perhatian.

Namanya Warung Bagejo, yang hadir sejak 2024 dengan mengusung sajian khas Manado dan atmosfer skena kekinian.

Pemilik Warung Bagejo, Faldi Posumah, menjelaskan bahwa nama “Bagejo” berasal dari bahasa Manado.

“Bage artinya berbagi, sedangkan Jo artinya saja. Jadi secara luas, maknanya berbagi berkah lewat makanan dan minuman, baik dari kami ke pelanggan maupun sebaliknya,” tutur Faldi ketika ditemui di warungnya, Rabu (3/9).

Berbeda dengan kedai kopi atau kopitiam yang sedang hype, Warung Bagejo justru menghadirkan nuansa warung kecil yang fokus menyajikan makanan khas nusantara, khususnya Manado.

Menu andalan yang bisa ditemui antara lain pisang goreng dengan sambal roa, tahu isi tuna sambal roa, hingga Indomie dengan sambal roa khas Manado.

“Banyak orang belum terlalu eksplor kuliner Indonesia, apalagi masakan Manado. Jadi saya mencoba menghadirkan rasa autentik ini di Surabaya,” tambah Faldi.

Tak hanya soal makanan, Warung Bagejo juga punya sisi lain yang menarik.

Di salah satu sudut warung, pengunjung bisa menemukan ruang pamer barang klasik bernuansa musik, mulai dari kaset pita, piringan hitam, CD, hingga tape lawas.

Hiburan pun terasa makin unik karena Faldi kerap memutar musik menggunakan kaset lewat speaker analog, bahkan menjadi DJ sederhana di warungnya.

Untuk minuman, Bagejo mengutamakan cita rasa lokal.

Ada kopi tubruk, jamu sachet yang dipadukan dengan racikan tradisional beras kencur yang dipadukan dengan anggur. Semua menghadirkan nuansa Indonesia style yang kental.

Karena lokasinya tersembunyi di lantai dua Pasar Tunjungan, strategi promosi Warung Bagejo lebih banyak mengandalkan media sosial.

“Kami percaya rasa dan pelayanan bisa jadi kunci agar pelanggan betah dan kembali lagi,” ujar Faldi.

Menariknya, warung ini tak jarang mengadakan pameran seni dan hiburan sederhana untuk menarik pengunjung.

Segmentasi pengunjung pun beragam, mulai dari anak muda hingga keluarga.

"Beberapa kali ada juga bule (wisatawan asing) yang datang ke sini, mungkin penasaran lihat warungnya dan akhirnya mencoba kuliner Manado di sini. Biasanya, suasana Warung Bagejo makin ramai saat sore hari," pungkas Faldi. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Sambal Roa #Warung Bagejo #skena #autentik #lantai dua #Pasar tunjungan #warung #khas Manado #makanan nusantara #Radar Surabaya