RADAR SURABAYA - Dua unit motor milik M Taufiq pemilik kos di kawasan Jalan Pradah Kalikendal, Dukuh Pakis Surabaya lenyap digelapkan penghuni kosnya. Pelaku L, 46, warga Banyuurip Surabaya.Atas ulahnya tersebut, pelaku dilaporkan ke Polsek Dukuh Pakis.
M Taufiq mengatakan pelaku L mulai kos menempati kamar lantai dua di tempatnya sejak Januari 2025. Waktu awal indekos pelaku membawa motor. Namun, pada Mei 2025 pelaku bilang pada korban motornya diminta istri sirinya. Awalnya korban tidak menaruh curiga pada pelaku.
"Akhirnya pelaku minta tolong ke saya untuk meminjami kendaraan buat dia kerja," ucapnya, Selasa (26/8).
Merasa kasihan, korban meminjami motor Honda Beat miliknya kepada pelaku untuk dipakai kerja. Pagi sampai siang, motor digunakan untuk bekerja ojek online. Kemudian sekitar pukul 14.00 motor dipakai pelaku. Cerdiknya, pelaku selama meminjam motor korban, tiap bulan ia memberikan uang kepada korban senilai Rp 300 ribu."Pinjam sudah tiga bulan," ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu tiba-tiba motor Beat korban dimasukkan bengkel oleh pelaku. Dalihnya motor mengalami masalah pada sekok. Seminggu berlalu motor Beat tak kunjung kembali. Lagi-lagi pelaku berdalih motor masih di bengkel karena menunggu barang untuk mengganti kerusakan masih pemesanan (inden).
Saat itu juga pelaku malah meminjam motor Honda Vario milik korban. Motor mulai dibawa pelaku Sabtu (16/8) malam atau bertepatan malam tirakatan kemerdekaan.
Hingga dini hari pelaku tak kunjung mengembalikan motor. Korban sempat mengirimkan pesan singkat dan beberapa kali menghubungi pelaku via telepon. Namun tidak ada respons dari pelaku.
Keesokan harinya, sekitar pukul 08.00 pelaku merespons. Dia beralasan ketiduran dan posisinya di Sepanjang, Sidoarjo.
"Tak tunggu sampai jam 10, gak datang. Saya telfon gak diangkat, tak WA gak dibalas. Nomor saya malah diblokir," ceritanya.
Merasa ada yang tidak beres korban mendatangi alamat rumah L di Banyuurip. Usut punya usut di sana ternyata rumah mertuanya. Istri pelaku sudah meninggal dunia. Mertua pelaku sempat bercerita kepada korban bahwasanya korban dari ulah pelaku cukup banyak.
"Ibu mertuanya bilang kalau pelaku itu pernah rental mobil terus digelapkan. Pernah tertangkap di Mojokerto juga. Penggelapan uang sekolah Rp13 juta juga diceritakan, bisnis sama temannya bikin kosmetik Rp52 juta juga digelapkan," terangnya.
Kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polsek Dukuh Pakis dan terregistrasi nomor LPM/125/VIII/2025/SPKT/POLSEK DUKUH PAKIS/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR, pada Jumat (22/8). (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto