RADAR SURABAYA - Panggung Ciputra Hall Surabaya, Minggu (24/8) malam, berubah menjadi dunia dongeng.
Center Point Ballet Academy sukses menghadirkan pentas balet dengan suguhan cerita klasik Cinderella, Paquita Excerpt, hingga Enchanted Garden.
Pertunjukan ini melibatkan 116 siswa yang menari dengan penuh semangat.
Suasana hangat dan elegan menyelimuti ruangan.
Membuat sekitar 400 tamu undangan terhanyut dalam alunan musik dan gerakan anggun para pebalet.
Principal Center Point Ballet Academy, Ekawati Loekito, mengatakan bahwa sebelum pentas digelar workshop singkat bersama instruktur balet asal Belanda, Yasmin.
“Untuk Cinderella kami memang melibatkan beberapa penari yang ikut workshop. Anak saya, Patricia Jane, yang baru saja pulang dari Amerika Serikat, dipercaya memerankan tokoh Cinderella,” tutur Ekawati, yang ditemui sebelum pementasan.
Latihan intensif dilakukan hanya dalam waktu singkat. Sembilan hari untuk persiapan awal, kemudian showcase.
Lalu dilanjutkan 10 hari latihan rutin menjelang pentas. Patricia bahkan menjalani latihan hingga 10 jam sehari untuk mendalami perannya.
“Selain teknik, para pebalet juga harus bisa mengekspresikan detail peran masing-masing. Itu yang membuat balet lebih hidup,” jelas Ekawati.
Durasi pementasan cerita Cinderella mencapai 45 menit. Kisahnya tetap setia pada dongeng klasik.
Perjuangan anak tiri yang akhirnya menemukan kebahagiaan bersama sang pangeran.
Uniknya, ada pebalet cilik berusia empat tahun yang ikut tampil sebagai tikus kecil dalam cerita Cinderella ini.
Selain Cinderella, penonton juga dimanjakan dengan pementasan Paquita Excerpt.
Serta Enchanted Garden yang melibatkan banyak pebalet anak-anak hingga ibu-ibu.
Gerakan lembut berpadu kostum penuh warna menambah semarak suasana. Pementasan ini digelar secara terbatas.
Hanya tamu undangan dari kalangan sendiri yang bisa menghadiri pertunjukan balet. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa