RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyiapkan transformasi Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai ruang baru untuk pengembangan industri kreatif. Salah satu konsep yang tengah digodok adalah menghadirkan coworking space khusus anak muda agar dapat menyalurkan ide, bakat, sekaligus membangun ekosistem ekonomi kreatif di kota ini.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Wiwiek Widayati, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkot untuk memberi ruang pembinaan bagi talenta muda.
“Ini nanti THR itu jadi ada tempat coworking space ya. Disiapkan untuk anak-anak muda, khususnya untuk industri kreatif,” ujarnya.
Wiwiek menambahkan, inisiatif ini bukan semata mengejar peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melainkan menumbuhkan ekosistem. Menurutnya, pemerintah kota perlu memberi “privilege” atau dorongan awal agar anak muda berani mengembangkan usaha kreatifnya.
“Kalau namanya pembinaan, berarti harus ada fasilitasi. Mereka harus tumbuh, dan untuk tumbuh itu ada peran pemerintah. Sama halnya saat pasca-Covid, pemerintah memberi ruang di Tunjungan bagi anak-anak muda dan pelaku usaha untuk menghidupkan kembali kawasan itu. Nah, prinsipnya sama,” jelasnya.
Meski begitu, konsep detail masih terus diformulasikan seiring proses renovasi THR yang sedang berlangsung. Namun, Wiwiek memastikan bahwa pengembangan ini akan terbuka untuk seluruh 17 subsektor industri kreatif, mulai dari seni budaya, musik, kuliner, hingga produk berbasis teknologi.
“Industri kreatif itu luas, ada 17 subsektor. Semua bisa masuk, baik budaya, musik, kuliner, dan banyak lagi. Ruang-ruang di THR bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan mereka,” tegasnya.
Dengan transformasi ini, THR Surabaya diharapkan tidak lagi hanya dikenal sebagai kawasan hiburan, tetapi juga sebagai pusat kreativitas yang melahirkan inovasi anak muda sekaligus memperkuat perekonomian lokal. (dim)
Editor : Lambertus Hurek