RADAR SURABAYA - Polda Jatim komitmen meningkatkan perlindungan korban kekerasan terhadap perempuan, anak, dan disabilitas. Ini diwujudkan dengan meresmikan Instalasi Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso, Surabaya, Jumat (22/8).
RS Bhayangkara Surabaya di bawah naungan Biddokkes Polda Jatim kini memperkuat perannya dengan membentuk PPT yang memberikan pelayanan bagi korban kekerasan perempuan, anak, dan penyandang disabilitas.
Instalasi yang berdiri di atas lahan 182 meter persegi ini dilengkapi lima ruang utama, yakni ruang administrasi, ruang pemeriksaan, ruang konseling, ruang perawatan, dan ruang khusus.
Seluruh ruangan didesain ramah korban, termasuk penyandang disabilitas, dengan dukungan fasilitas seperti kursi roda, guiding block, papan informasi visual, serta toilet difabel.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto melalui Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol Mohammad Khusnan Marzuki mengatakan bahwa transformasi RS Bhayangkara ini merupakan bagian dari proyek perubahan dalam mendukung Polri Presisi yang berbasis kemanusiaan.
“Kami ingin menciptakan layanan yang tidak hanya cepat, tetapi juga empatik dan inklusif. Pusat Pelayanan Terpadu ini diharapkan menjadi model percontohan nasional yang ramah terhadap perempuan, anak, dan penyandang disabilitas,” ujarnya, Jumat (22/8).
Sementara itu Ketua Forum Orientasi Relawan Duta Inovatif Visioner Aktual (FORDIVA) Megawati, mengapresiasi atas dibukanya pusat layanan ini. Menurutnya, fasilitas ini menjadi angin segar bagi kelompok rentan yang sering menghadapi hambatan komunikasi dan psikologis dalam proses pemulihan trauma.
“Pemulihan korban, terutama perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, membutuhkan pendekatan yang holistik. Layanan ini harus menjadi role model nasional karena mampu menghadirkan sistem penanganan medis, dan psikologis, secara terpadu,” ucapnya.
Peresmian ini juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen bersama dengan FORDIVA, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK), dan Dinas Sosial Jawa Timur. Serta oleh seluruh Karumkit jajaran Polda Jatim terkait penanganan korban kekerasan terhadap perempuan, anak, dan disabilitas.
Kegiatan dihadiri seluruh Kasi Dokkes se-Jawa Timur serta mendapat dukungan penuh dari Kapusdokkes Polri, yang menegaskan pentingnya menjadikan RS Bhayangkara Surabaya sebagai model nasional layanan kesehatan berbasis empati, profesionalisme, dan sinergi lintas sektor. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto