Surabaya - Unggahan Wakil Walikota Surabaya, Armuji, di akun Instagram @cakJ1 mengenai alih fungsi fasilitas umum (fasum) di Perumahan Graha Family, Surabaya, memicu beragam komentar warganet, Kamis (21/8).
Alih fungsi dilakukan PT Sanggar Asri Sentosa (SAS) terhadap lahan yang sebelumnya diperuntukkan sebagai lapangan tenis menjadi kafe komersial tanpa sepengetahuan warga. Jika sesuai regulasi, mengharuskan persetujuan minimal dua pertiga penghuni untuk pengalihan fasum.
Perangkat setempat mengatakan tidak ada komunikasi sebelumnya, "Kami juga dari RW dan RT tidak pernah dilibatkan," tegas ketua RW.
Berdasarkan catatan pada pertemuan (13/9) tahun 2023 lalu, lurah setempat berencana melakukan sosialisasi kepada warga, namun tidak terlaksana.
Bahkan, surat yang dikeluarkan oleh DPRKPT Desember 2023 menegaskan lahan tersebut diperuntukkan sebagai lapangan tenis.
PT SAS mengklaim telah menjalani proses perizinan, tetapi komunikasi dengan warga dinilai tidak transparan.
"Tempat ini harus menjalani proses dengan benar," kata pihak RW saat mediasi.
Persoalan ini menjadi sorotan warganet.
Akun @deteksi menulis "Ou jadi tanah fasum memang bisa berubah peruntukan jadi komersial kah? Sistemnya dibeli apa disewa iku? Nek iso ngono perlu diumumne carane sing jelas ben masyarakat luas sing pengen yo iso nggawe fasum untuk usaha cilik-cilikan secara resmi dan legal."
Akun @rumah_syariah_nusantara menyoroti peran lurah "Lurahnya perlu dipanggil @cakj1, kuncine disitu. Makanya perizinan bisa keluar tanpa ada sosialisasi dan persetujuan 2/3 warga."
Sementara itu, @hartawan.aditya menekankan pentingnya bukti persetujuan "Khan persetujuan 2/3 itu seharusnya ada tandatangan polling-nya. Pertanyaannya kok perizinannya bisa keluar pak. Mungkin kadis terkait bisa dipanggil."
Armuji menegaskan pentingnya prosedur dan keterbukaan dalam perizinan.
"Komersial itu berarti ada replaning? Proses replaning itu seperti apa? Karena warga merasa tidak dimintai persetujuan, kan harus ada persetujuan 2/3 dari penghuni yang ada di sini," ujarnya.
Ia juga meminta pengembang segera membuka layout replaning fasum yang sudah disiapkan.
"Rapatkan, saya akan hadir, libatkan warga yang hadir. Komunikasi dua arah ini penting," tegas Armuji. (ris/fir)
Editor : M Firman Syah