Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peneliti Unair Surabaya Kembangkan Teknologi cfDNA untuk Deteksi Kanker pada Sapi, Efeknya Bisa Tekan Kerugian Peternak

Rahmat Sudrajat • Kamis, 21 Agustus 2025 | 12:18 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI

RADAR SURABAYA - Penyakit akibat Retrovirus masih menjadi tantangan besar di bidang kesehatan manusia dan hewan.

Arif Nur Muhammad Ansori, peneliti dari Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga (Unair), mengembangkan teknologi cell-free DNA (cfDNA) sebagai biomarker penyakit enzootic bovine leukosis (EBL).

Penelitian ini berfokus pada potensi cfDNA untuk mendeteksi lebih dini EBL, yaitu kanker sel B pada sapi akibat infeksi BLV.

"BLV menjadi masalah serius di Jepang, banyak peternakan sapi mengalami kerugian dari infeksi virus ini, salah satunya di Kumamoto. Melalui riset ini, saya berharap dapat memperkuat kolaborasi Indonesia dan Jepang dalam riset Retrovirus serta menunjukkan kapasitas peneliti Indonesia," ujar Arif, Rabu (20/8).

Ia menjelaskan, penelitiannya menggunakan teknologi cfDNA yang dikombinasikan dengan real-time PCR (qPCR) atau droplet digital PCR (ddPCR) untuk mendeteksi fragmen DNA Retrovirus dari sel tumor secara non-invasif dengan hasil yang sensitif dan akurat.

"Temuan utama saya menunjukkan teknologi cfDNA mampu membedakan sapi terinfeksi BLV dengan gejala EBL lebih efektif daripada metode konvensional. Pendekatan ini menjanjikan untuk deteksi dini penyakit ini," jelasnya.

Riset ini dikerjakan di Divisi Genomik dan Transkriptomik (Satou Lab), Joint Research Center for Human Retrovirus Infection, Kumamoto University, Jepang, di bawah supervisi Prof. Yorifumi Satou.

Arif berharap dapat mengembangkan penelitian ini lebih luas. Tidak hanya pada kedokteran hewan, tetapi juga pada kedokteran manusia untuk deteksi penyakit akibat Retrovirus.

"Saya juga berharap dapat menjalin lebih banyak kolaborasi internasional agar hasil riset ini berdampak secara global," pungkas Arif. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#surabaya #kanker #penyakit #peneliti #peternak #Unair #sapi #teknologi