RADAR SURABAYA – Kawasan RW 9 Kelurahan Rangkah, Kecamatan Tambaksari, menjadi sorotan setelah berhasil menjalankan program Kampung Pancasila dengan sentuhan inovasi pemberdayaan ekonomi. Mulai Senin (11/8), wilayah ini resmi menjadi bagian dari 1.360 kampung yang menggerakkan program Kampung Pancasila secara serentak.
Di Rangkah, konsep Kampung Pancasila tidak hanya hadir dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi fokus pada pemberdayaan. Dua program unggulan adalah Bank Sampah dan Kampung Jahit yang digerakkan murni dari inisiatif warga.
“Bank Sampah sudah berjalan tahunan. Ini murni inisiasi dari warga. Mereka mengumpulkan sampah, memilah, lalu disetor ke pengepul. Nantinya hasilnya kembali lagi untuk masyarakat,” kata Lurah Rangka, Jefri Arditya Pamungkas, Kamis (14/8).
Program Bank Sampah telah hadir di seluruh RW di Kelurahan Rangkah. Warga mengelola sendiri hasil penjualannya, mulai dari perbaikan fasilitas lingkungan hingga bantuan sosial.
Tak berhenti di situ. Warga juga menghidupkan potensi menjahit yang sempat lama terabaikan. Lewat kerja sama dengan Baznas dan Bangga Surabaya Peduli, puluhan ibu rumah tangga dari keluarga miskin dan pra-miskin mendapat mesin jahit untuk memulai usaha rumahan.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada puluhan warga yang tergabung dalam Kampung Jahit Kabaya Rangka dan sudah ada yang order,” ujar Jefri.
Kampung Pancasila di Rangkah juga terkoneksi dengan program Kampung Madani, yang mengajak warga mampu membantu tetangga kurang mampu. Beberapa RW sudah menyalurkan bantuan berupa seragam sekolah, uang saku, hingga meringankan biaya pendidikan anak-anak miskin.
“Gagasan Pak Wali Kota Eri Cahyadi Kampung Madani itu mengajak masyarakat untuk saling peduli. Gagasan itu lebih besar lagi menjadi Kampung Pancasila,” jelas Jefri.
Ia menegaskan, target ke depan adalah memperluas jangkauan program ini ke seluruh RW dengan mengedepankan semangat gotong royong.(*)
Editor : Lambertus Hurek