Surabaya – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Siola di Jalan Tunjungan, Surabaya, yang selama ini menjadi salah satu ikon kota, resmi dibongkar. Proses pembongkaran yang dilakukan pada dini hari tersebut mengejutkan warga dan memicu berbagai reaksi di media sosial.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, pembongkaran diduga berlangsung saat arus lalu lintas sepi. Keesokan paginya, warga mendapati Jalan Tunjungan tanpa bentangan besi jembatan yang selama bertahun-tahun menjadi ciri khas kawasan tersebut. Pejalan kaki kini diarahkan menyeberang melalui tangga merah di sisi jalan untuk menuju Koridor Co-Working Space atau bangunan di seberangnya.
Reaksi warganet pun beragam. Akun @fitriyulian11 menulis, “Cantik sih, tapi rasanya ada yang kurang,” mewakili pendapat yang mengapresiasi tampilan Jalan Tunjungan yang lebih lapang, namun tetap merasa kehilangan.
Akun @ajatmaja menyoroti aspek sejarah. “Padahal apik, nggak ganggu pemandangan dan legendaris, karena embong kono iku kan termasuk cagar budaya & ikon Suroboyo. Nggak semua yang dihilangkan dengan alasan estetika itu benar,” tulisnya.
Sementara itu, akun @dhanuadjy mempertanyakan alasan pembongkaran. “Itu jalan yang ikonik, yang tak lekang dimakan zaman. Kenapa diubah?” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Kota Surabaya belum mengeluarkan keterangan resmi terkait alasan pembongkaran JPO Siola. Penataan ulang Jalan Tunjungan saat ini memang sedang digencarkan sebagai bagian dari upaya mempercantik wajah kota, membuatnya lebih ramah bagi pejalan kaki, sekaligus mempertahankan karakter kawasan cagar budaya.
Bagi sebagian warga, hilangnya JPO Siola menjadi simbol perubahan zaman. Namun, bagi lainnya, hal ini dianggap sebagai hilangnya bagian dari sejarah kota yang telah menjadi memori kolektif warga Surabaya. (wid/gab/fir)
Editor : M Firman Syah