RADAR SURABAYA - Seorang pencari burung tewas tertabrak kereta api (KA) Gumarang di perlintasan jalur KM 217+7/8 Kelurahan Babat Jerawat, Pakal, Surabaya, Kamis (7/8) sekitar pukul 07.47.
Korban Misno, 62, warga Kelurahan Gempol Kurung Menganti Gresik. Kapolsek Pakal Kompol I Made Jatinegara mengatakan, korban tertabrak KA Gumarang relasi stasiun Pasar Senen-Pasar Turi Surabaya di perlintasan jalur KM 217+7/8 Babat Jerawat Pakal sekitar pukul 07.45.
Korban sebelum tertabrak KA mencari burung dengan cara menjala atau memasang jaring yang terbuat dari senar. Misno sendiri sempat duduk ngobrol di depan rumah saksi Ridhoi sekitar lokasi dan ditawari minum kopi. Namun korban tidak mau.
Saat mengobrol tiba-tiba korban melihat jaringnya sudah mendapatkan 4 ekor burung. Korban melangkah untuk mengambil hasil jeratanya yang berjarak kurang lebih 30 meter namun harus melintas jembatan rel KA. Jembatan tersebut bukan diperuntukan untuk penyeberangan maupun perlintasan pejalan kaki.
"Saat korban berada di tengah-tengah jembatan sekitar pukul 07.47 melintas KA Gumarang dari arah barat dengan rute Pasar Senin ke Pasar Turi dan seketika menabrak sisi kiri korban dan terpental sekitar 10 meter ke samping kanan," ujarnya kepada Radar Surabaya, Kamis (7/8).
Usai kejadian, petugas Polsuska mendatangi lokasi dan melihat korban sudah tergeletak di samping perlintasan KA dengan kondisi badan masih utuh dan luka di kepala. Insiden tersebut dilaporkan ke 112 dan polisi. Tak lama kemudian anggota Polsek Pakal, BPBD, Satpol PP Dinsos dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya mendatangi lokasi.
"Kondisi korban sudah meninggal dunia di lokasi. Keterangan saksi keseharian korban mecari burung di sekitar TKP dengan cara menjalah dengan memasang jaring yang terbuat dari senar," tandasnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto