RADAR SURABAYA - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan semakin marak diperbincangkan di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.
Meskipun AI berpotensi menjadi tutor pribadi yang efektif, kekhawatiran akan penurunan kualitas pembelajaran akibat ketergantungan mahasiswa pada AI juga mencuat.
Menjawab tantangan ini, Petra Christian University (PCU) Surabaya meluncurkan Program Artificial Intelligence (AI).
"Ini bukan hal baru bagi kami," ujar Adi Wibowo, Head of Informatics Department PCU, dikutip Rabu (6/8).
Dijelaskannya, peluncuran ini merupakan langkah nyata pemantapan dan pengembangan konsentrasi AI yang telah diterapkan dalam kurikulum Informatics PCU sejak tahun 2016.
Peluncuran program ini dibarengi dengan demonstrasi beberapa hasil penelitian dan pembelajaran AI di Departemen Informatika PCU.
“Salah satu yang menarik perhatian adalah sistem pengenalan penyakit kulit pada hewan peliharaan,” sambungnya.
Adi menyebut, PCU menggunakan teknik YOLO. Yaitu sebuah sistem yang mampu mengidentifikasi empat penyakit seperti dermatitis, kurap, kutu, dan kudis pada anjing dengan akurasi hingga 99,1 persen, sekaligus memberikan rekomendasi pengobatan.
"Kecepatan dan akurasi ini memungkinkan penanganan yang lebih cepat, terutama di daerah terdampak," jelas Adi.
Selain itu, lanjut Adi, Departemen Informatika PCU juga memamerkan penelitian analisis sentimen dan deteksi sarkasme otomatis di TikTok.
Menggunakan teknik IndoBERT dan RoBERTa, sistem ini mampu menganalisis sentimen dengan akurasi 96 persen dan mendeteksi sarkasme dengan akurasi 98 persen.
"Temuan ini sangat membantu pelaku bisnis memahami respons konsumen dan meningkatkan efektivitas promosi di TikTok," ujarnya.
Penelitian inovatif lainnya adalah sistem deteksi pencurian berbasis AI yang dikembangkan oleh mahasiswa Alexander Louis Tanadi di bawah supervisi Liliana.
Sistem ini, yang menggunakan transfer learning dari VideoMAE dan dataset UCF-Crime Shoplifting, mampu mengidentifikasi aksi pencurian dalam video dengan akurasi 86,36 persen hanya dalam waktu tiga detik.
"Kecepatan dan akurasi ini menawarkan solusi signifikan untuk mempermudah penanganan kejahatan tanpa pengawasan manusia terus-menerus," ungkap Liliana.
Peluncuran Program AI PCU merupakan bagian dari kampanye AI@PCU empowering future leaders dengan semangat shaping minds. strengthening character. powered by AI.
"Kampanye ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan yang mampu memanfaatkan potensi AI secara positif. Karena kami berkomitmen untuk menjadi kampus AI-Native, mengintegrasikan AI ke dalam tridharma perguruan tinggi, dan telah merumuskan etika pemanfaatan AI untuk pembelajaran sebagai kebijakan resmi kampus," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Nofilawati Anisa