Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dinkes Surabaya Targetkan Skrining Kesehatan Gratis untuk 242 Ribu Anak Sekolah

Muhammad Firman Syah • Selasa, 5 Agustus 2025 | 23:22 WIB
Dinkes Surabaya gelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 242.110 siswa SD hingga SMA mulai 4 Agustus.
Dinkes Surabaya gelar pemeriksaan kesehatan gratis untuk 242.110 siswa SD hingga SMA mulai 4 Agustus.

Surabaya – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya mulai melaksanakan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang diluncurkan secara nasional pada Senin (4/8). Sebanyak 242.110 anak usia sekolah menjadi target utama dalam pelaksanaan program ini, yang menyasar siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Kepala Dinkes Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan kesiapan penuh dalam pelaksanaan program yang telah disosialisasikan sejak Juni hingga Juli.

“Kami sudah sosialisasikan ke sekolah-sekolah, Puskesmas, serta perangkat daerah terkait. Semua sudah tahu tugas dan alurnya,” ujarnya, Selasa (5/8).

Program PKG menargetkan 45 persen dari total 538 ribu anak usia 7–17 tahun di Surabaya. Pemeriksaan mencakup berbagai aspek kesehatan, seperti status gizi, tekanan darah, gula darah, kebiasaan merokok, kesehatan gigi, mata, telinga, kesehatan jiwa, reproduksi, hingga imunisasi.

“Mekanismenya jelas. Seminggu sebelum pelaksanaan, pihak Puskesmas sudah koordinasi dulu dengan sekolah. Informasi disampaikan ke orang tua dan siswa melalui tautan kuesioner,” jelas Nanik.

Dua hari menjelang pelaksanaan, tim medis memastikan kuesioner telah diisi dan seluruh perlengkapan tersedia. Pemeriksaan dilakukan di sekolah oleh tim Puskesmas bersama guru UKS dan guru PJOK. Apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, siswa akan dirujuk ke fasilitas layanan kesehatan yang lebih lengkap.

“Ini bukan kegiatan sembarangan. Kami libatkan juga Dinas Pendidikan Surabaya, Kemenag, Dindik Jatim, sampai kecamatan dan kelurahan. Semua kerja bareng demi suksesnya program ini,” imbuhnya.

Dinkes memastikan kegiatan ini tidak mengganggu proses belajar mengajar. Jadwal pemeriksaan disusun agar tidak berbenturan dengan pelajaran utama, dan pihak sekolah diminta aktif dalam pengaturan teknis pelaksanaan.

“Setiap jadwal sudah disesuaikan. Kami minta sekolah juga aktif atur teknisnya agar anak-anak tetap nyaman dan proses belajar tetap jalan,” tambah Nanik.

Tenaga medis dari seluruh Puskesmas telah dikerahkan, termasuk dokter, perawat, bidan, petugas gigi, serta peralatan seperti timbangan, alat ukur tinggi badan, tensimeter, alat cek gula darah, hingga peralatan pemeriksaan gigi dan mata.

Pengawasan dan evaluasi dilakukan rutin setiap Senin dan Jumat melalui aplikasi ASIK yang terhubung langsung dengan Dinkes Surabaya. Evaluasi mingguan bersama kepala Puskesmas juga dilakukan untuk memastikan capaian dan efektivitas program.

“Kami juga evaluasi mingguan bareng kepala puskesmas se-Kota Surabaya tiap Jumat. Jadi capaian tiap wilayah bisa terus dipantau,” pungkasnya.

Nanik turut mengimbau partisipasi aktif dari sekolah dan orang tua. Guru dan wali kelas diharapkan mendukung pelaksanaan teknis di sekolah, sedangkan orang tua diminta mengisi kuesioner secara jujur dan lengkap. (ali/gab/fir)

Editor : M Firman Syah
#anak sekolah #skrining #dinkes #kesehatan #gratis