Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Walk For Autism, Beasiswa Terapi untuk Anak Autis di Surabaya

Andy Satria • Selasa, 5 Agustus 2025 | 01:10 WIB
BEASISWA AUTIS: Sejumlah anak berkebutuhan khusus, menerima beasiswa dari JCI melalui Walk For Autism yang digelar di Ciputra World Surabaya.
BEASISWA AUTIS: Sejumlah anak berkebutuhan khusus, menerima beasiswa dari JCI melalui Walk For Autism yang digelar di Ciputra World Surabaya.

RADAR SURABAYA - Komitmen terhadap pendidikan inklusif kembali ditunjukkan Junior Chamber International (JCI) East Java melalui program sosial bertajuk Walk For Autism 2025.

Berkolaborasi dengan Bank BRI lewat program BRI Peduli, organisasi kepemudaan tersebut memberikan beasiswa berupa dukungan terapi senilai Rp 240 juta kepada 20 anak autis dari keluarga tidak mampu.

Kegiatan ini digelar di Ciputra World Surabaya dan diikuti sekitar 200 peserta, mayoritas berasal dari sekolah inklusi di Kota Surabaya.

Dalam kegiatan tahunan tersebut, para peserta diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan seni seperti menghias tumpeng dan melukis kolase bersama anak-anak autis.

“Lewat acara ini, kami ingin anak-anak autis merasa diterima dan dihargai,” ujar Edison Njotdjodjo, EVP Social & Community Action JCI East Java, Minggu (3/8).

Edison menjelaskan, Walk For Autism yang telah diselenggarakan sejak 2016 ini memiliki tiga misi utama yakni meningkatkan kesadaran (awareness), penerimaan (acceptance), dan edukasi (education) masyarakat terhadap autisme.

“Kami ingin masyarakat paham apa itu autisme, bersikap inklusif, serta memberikan dukungan yang tepat kepada mereka,” imbuhnya.

Selain menyalurkan beasiswa, kegiatan ini juga menjadi sarana kampanye publik melalui aksi simbolis membubuhkan stempel pada tempat sampah dan kaos peserta sebagai ajakan untuk meningkatkan kepedulian terhadap autisme.

Dengan angka prevalensi autisme di Indonesia mencapai satu dari 50 kelahiran, Edison berharap masyarakat tidak lagi memandang anak autis sebagai kelompok yang harus dikucilkan.

“Mereka memiliki potensi besar yang bisa berkembang bila diberikan kesempatan dan pendampingan yang sesuai,” tuturnya.

Melalui kolaborasi ini, JCI East Java menggandeng delapan lembaga pendidikan di Surabaya dan satu di Bali untuk memastikan penyaluran program beasiswa terapi ini tepat sasaran.

“Harapan kami, ke depan semakin banyak anak autis yang mendapatkan akses pendidikan dan terapi berkelanjutan, sekaligus mendorong masyarakat menjadi lebih peduli dan inklusif,” pungkas Edison. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#East Java #autis #terapi #surabaya #sekolah #Junior Chamber Internasional (JCI) #dukungan #Inklusi #beasiswa