RADAR SURABAYA – Sejak Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi meniadakan parkir di tepi jalan umum (TJU) Jalan Tunjungan mulai 1 Agustus 2025, kawasan ikonik tersebut kini dijaga ketat oleh personel gabungan. Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Satpol PP dan petugas gabungan lainnya dikerahkan untuk memastikan tidak ada lagi praktik parkir liar yang mengganggu arus lalu lintas maupun kenyamanan pejalan kaki.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sekaligus untuk mendukung kawasan Jalan Tunjungan sebagai pusat wisata urban yang aman dan tertib.
“Kami akan jaga terus. Personel Dishub dan Satpol PP kami tempatkan di sepanjang jalan ini, sampai ke seluruh petak yang ditetapkan resmi,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo.
Ia menyebut, penataan ini bukan hanya soal estetika, tetapi demi mengembalikan fungsi jalan dan menciptakan kelancaran lalu lintas. Dishub bahkan telah mengamankan empat juru parkir liar dalam operasi yang digelar sehari setelah kebijakan berlaku. Mereka langsung diserahkan ke kepolisian karena memungut tarif tanpa KTA resmi.
“Kami imbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan jukir liar atau pungutan parkir tidak sesuai tarif. Untuk motor Rp2.000 dan mobil Rp5.000,” lanjut Trio.
Langkah tegas Dishub mendapat dukungan penuh dari Polrestabes Surabaya. Kepala Satlantas Polrestabes Surabaya AKBP Herdiawan Arifianto menyatakan, pihaknya siap bersinergi menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan di kawasan tersebut.
“Kami mendukung kebijakan ini untuk mengembalikan fungsi jalan dan menciptakan kamseltibcar lantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas),” tegas Herdiawan.
Sebagai solusi, Dishub telah menyiapkan kantong-kantong parkir resmi di kawasan sekitar, seperti Gedung Siola, Tunjungan Electronic Center (TEC), Jalan Genteng Besar, hingga halaman Pasar Tunjungan.
Pemkot Surabaya optimistis kebijakan ini tidak akan menurunkan jumlah kunjungan. Sebaliknya, Jalan Tunjungan akan semakin hidup berkat pertunjukan seni dan kegiatan tematik yang akan rutin digelar. (*)