RADAR SURABAYA - Universitas Terbuka (UT) Surabaya sukses menggelar Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) tahun akademik 2025/2025 ganjil. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (2-3 Agustus), di Kampus UT Surabaya Jalan Ir. Soekarno MERR, Surabaya, diikuti oleh 678 mahasiswa baru (maba) dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Jumlah ini merupakan sebagian kecil dari total 13.000 calon mahasiswa baru UT Surabaya, dimana hanya mahasiswa yang telah melunasi UKT yang mengikuti OSMB ini.
Direktur UT Surabaya, Dr. Suparti, M.Pd, menjelaskan bahwa OSMB ini digelar dalam tiga tahap. Tahap pertama dan kedua telah dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu ini, dengan fokus pada orientasi studi dan pelatihan keterampilan belajar jarak jauh. Sementara tahap ketiga, yang akan digelar pada tanggal 30 dan 31 Agustus mendatang, bakal menerapkan model blended learning, memadukan pembelajaran daring dan luring.
Mahasiswa yang mengikuti OSMB berasal dari seluruh Jawa Timur bagian utara, mulai dari Sumenep hingga Tuban, termasuk Bojonegoro, Ponorogo, Madiun, Surabaya dan Sidoarjo.
"Hari pertama diisi dengan berbagai ceramah dan informasi penting, termasuk sesi motivasi dari narasumber ternama dari Malang. Hari kedua difokuskan pada praktik langsung, seperti belajar online efektif, teknik membaca buku yang tepat, dan cara merekam hasil bacaan," ujar Suparti, Minggu (3/8).
Suparti juga menyebut mahasiswa UT Surabaya saat ini sekitar 70 persen lulusan baru dan 30 persen mahasiswa yang sudah bekerja dan merupakan lulusan sebelumnya. Ia juga mengatakan dengan adanya mahasiswa yang kuliah sambil bekerja ini untuk meningkatkan kompetensi keilmuannya, pihaknya memberikan motivasi dengan menghadirkan motivator dalam OSMB.
"Oleh karena itu, kami memberikan motivasi agar mereka yakin akan kemampuannya untuk menyeimbangkan pekerjaan dan kuliah," jelasnya.
Terkait dengan studi favorit mahasiswa baru dari tahun ke tahun, Suparti menyebut Manajemen (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), S1 Ilmu Hukum (Fakultas Hukum), serta beberapa program studi di FKIP dan Fakultas Sains dan Teknologi.
"UT Surabaya juga terus berinovasi dengan menawarkan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Kami baru saja membuka program studi S1 Sains Data, S1 Kewirausahaan, dan Pendidikan Agama Islam, Program studi S1 Pariwisata juga masih menjadi pilihan favorit," ujarnya.
OSMB ini khusus bagi mahasiswa S1, sedangkan program studi S2 akan digelar secara terpisah bersama oleh kantor pusat. Suparti mengungkapkan, untuk OSMB tahap ketiga yang akan digelar 30 dan 31 Agustus, pihaknya akan mengundang Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Abdul Mu’ti. Sedang untuk tahapan di daerah pihaknya juga akan mengundang bupati atau wali kota setempat.
"Untuk tahap ketiga, kami berharap dapat mengundang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan semangat kepada mahasiswa kami, baik yang mengikuti secara daring maupun luring. Kehadiran Pak Abdul Mu'ti diharapkan dapat semakin memotivasi para mahasiswa baru UT Surabaya untuk meraih kesuksesan akademik dan karier," pungkasnya. (rmt/opi)
Editor : Lambertus Hurek