Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Fakultas Teknik Unesa dan Unhasy Latih Guru SD Ciptakan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality

Nurista Purnamasari • Selasa, 22 Juli 2025 | 18:27 WIB

 

Fakultas Teknik Unesa bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi Unhasy Jombang menggelar kegiatan PKM berupa pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru SD Labschool Unesa.
Fakultas Teknik Unesa bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi Unhasy Jombang menggelar kegiatan PKM berupa pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru SD Labschool Unesa.

RADAR SURABAYA – Dalam rangka mendukung peningkatan kualitas pendidikan dasar berbasis teknologi, Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Jombang menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan dan pendampingan kepada guru-guru Sekolah Dasar Labschool Unesa.

Tim pelaksana PKM terdiri dari para dosen kolaborator yakni Aries Dwi Indriyanti, S.Kom., M.Kom., I Gusti Lanang Putra Eka Prismana, S.Kom., M.Kom., I Kadek Dwi Nuryana, S.T., M.Kom., dan Ahmad Heru Mujianto, S.Kom., M.Kom.

Kegiatan ini didanai melalui hibah internal Universitas Negeri Surabaya tahun 2025 sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Dengan mengusung tema “Peningkatan Kompetensi dan Keterampilan Guru Melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Augmented Reality dan Video Digital”, kegiatan PKM ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SD dalam mengembangkan media pembelajaran interaktif berbasis Augmented Reality (AR), khususnya untuk materi matematika bangun ruang.

Melalui pelatihan ini, guru dibekali keterampilan teknis dan pedagogis dalam membuat media AR serta video pembelajaran digital, yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dan minat belajar siswa.

Para guru saat mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi augmented reality dan video digital.
Para guru saat mengikuti pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis teknologi augmented reality dan video digital.

Selain mendorong inovasi dalam proses pembelajaran, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam praktik lapangan, mulai dari pengembangan media hingga pendampingan guru.

Dengan pendekatan kolaboratif ini, diharapkan tercipta lingkungan belajar yang lebih kreatif, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi pendidikan masa kini.

Ketua tim PKM, Aries Dwi Indriyanti, S.Kom., M.Kom., menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan guru-guru sekolah dasar akan media pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan relevan dengan perkembangan teknologi.

“Kami melihat masih banyak guru yang kesulitan menghadirkan pembelajaran interaktif di kelas, terutama pada mata pelajaran seperti matematika. Melalui pelatihan ini, kami berharap guru mampu memanfaatkan teknologi Augmented Reality dan video pembelajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif bagi siswa,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan PKM dimulai dengan survei dan pengumpulan data, dilanjutkan dengan penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, monitoring dan evaluasi, hingga tindak lanjut kegiatan.

Selama proses pelatihan, guru-guru didampingi dalam membuat media interaktif yang dapat memvisualisasikan konsep bangun ruang secara tiga dimensi melalui perangkat AR, serta pembuatan video pembelajaran sederhana yang dapat digunakan sebagai penunjang materi.

Kepala Sekolah SD Labschool Unesa menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para guru.

“Kami mendapat wawasan baru tentang bagaimana mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar-mengajar. Anak-anak sangat antusias ketika melihat materi bangun ruang yang divisualisasikan dalam bentuk 3D melalui AR. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari kedua universitas yang turut aktif dalam pembuatan media pembelajaran dan proses pendampingan.

Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian penting dari pembelajaran berbasis pengalaman yang relevan dengan dunia kerja dan pengabdian sosial.

Sebagai penutup, tim PKM berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk kerja sama jangka panjang dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi di tingkat sekolah dasar.

Tim juga berencana melakukan evaluasi berkala dan pengembangan modul lanjutan untuk memperluas implementasi media AR di sekolah lainnya. (*)

Editor : Nurista Purnamasari
#kompetensi #Labschool Unesa #surabaya #guru sd #AI #unhasy jombang #UNESA #jombang #PKM #Bahan Ajar