RADAR SURABAYA - Dunia pendidikan kini semakin inovatif, dan Perhimpunan Pendidikan dan Pengajaran Kristen (PPPK) Petra menunjukkan langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda untuk masa depan digital.
Lewat program One Stop Learning (OSL) yang bekerja sama dengan Computational Thinking Academy (COTHA), anak-anak sekolah dasar diajak menjelajahi dunia teknologi melalui kegiatan yang seru dan penuh imajinasi.
Dengan dua program unggulan yaitu Digital Storytelling Animation dan 2D-3D Game Coding, kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis sejak usia dini.
Program ini bukan sekadar mengenalkan teknologi, tapi juga membentuk cara berpikir anak-anak agar lebih sistematis dan solutif, dan tentu saja melatih kreativitas sejak dini,” jelas Lianto Atmodjo, Kepala Litbang PPPK Petra.
Pada sesi Digital Storytelling Animation, para siswa belajar membuat karakter dan latar animasi mereka sendiri, lalu menyusunnya menjadi sebuah cerita digital.
Ini menjadi wadah bagi mereka untuk menuangkan imajinasi sekaligus memahami bagaimana teknologi bisa menjadi media kreatif.
Sementara itu, di kelas 2D-3D Game Coding, anak-anak dikenalkan pada pemrograman dengan menggunakan berbagai game engine seperti Scratch, Construct, MIT App Inventor, hingga Roblox.
Mereka diajak berpikir logis dan menyelesaikan tantangan dengan menciptakan game buatan sendiri.
Menurut Laura Mahendratta, Academic Director COTHA, pendekatan ini memungkinkan anak-anak menjadi bukan hanya pengguna, tetapi juga kreator teknologi.
“Kami ingin membangun pola pikir komputasional sejak dini, yang akan sangat berguna di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Alexander Ethan, siswa kelas III dari SD Kristen Petra 10, tampak sangat antusias mengikuti program ini. “Aku ingin belajar bikin karakter dan game yang seru,” katanya penuh semangat.
Melalui kolaborasi antara PPPK Petra dan COTHA ini, dunia belajar tak lagi membosankan.
Anak-anak justru merasa belajar adalah petualangan yang menyenangkan dan mereka pun siap menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri dan kreativitas. (ind/nur)
Editor : Nurista Purnamasari