RADAR SURABAYA - Komitmen untuk memajukan pendidikan nasional ditunjukkan oleh Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al-Hikmah Surabaya. Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Rakyat tahun ajaran 2025/2026 dilaksanakan di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, Bogor, Senin (14/7).
YLPI Al-Hikmah menghibahkan Learning Management System (LMS) lengkap dengan lebih dari 1.300 modul ajar untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Ketua YLPI Al-Hikmah Surabaya, Mohammad Zahri, menyampaikan langsung kontribusi tersebut di hadapan sejumlah pejabat negara yang hadir, termasuk Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri PANRB Rini Widyantini.
“Al-Hikmah berkontribusi dalam rangka untuk mengentaskan kemiskinan melalui Sekolah Rakyat yang berkualitas. Kontribusi ini adalah wujud gotong royong membangun Indonesia dari sektor pendidikan,” ujar Mohammad Zahri.
Ia menjelaskan, modul-modul ajar yang disiapkan telah disusun sesuai kebutuhan pendidikan dasar dan menengah, serta terintegrasi dalam satu sistem digital yang mudah diakses oleh guru dan siswa.
“Kami percaya, pendidikan adalah kunci untuk keluar dari lingkaran kemiskinan. Terima kasih kepada Kementerian Sosial dan seluruh tim yang mendukung inisiatif Sekolah Rakyat. Kami di Al-Hikmah siap bersinergi,” tambahnya.
Acara MPLS Sekolah Rakyat ini turut dihadiri oleh Kepala Staf Kepresidenan Hasan Nasbi, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh, serta para kepala daerah, siswa, dan orang tua murid.
Inisiatif Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat untuk menghadirkan pendidikan inklusif, terjangkau, dan berkualitas, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. (nas/dik)
Editor : Guntur Irianto