RADAR SURABAYA — Layanan angkutan massal WiraWiri Suroboyo atau Feeder mendapat sorotan dari DPRD Kota Surabaya.
Hal ini lantaran layanan angkutan milik pemerintah kota itu masih belum merata ke sejumlah titik.
Kritik mengenai angkutan massal pemerintah kota itu dilayangkan oleh Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Tubagus Lukman Amin.
Dia meminta agar pemerintah bisa memperluas lagi jangkauan rute dan menambah jumlah armada.
Salah satu contohnya menurut dia adalah belum ter-cover-nya area sekitar Rumah Sakit Bhakti Dharma Husada (BDH).
Dia mengatakan kalau sampai saat ini tidak dilalui Feeder di sana.
Akibatnya, warga yang hendak ke rumah sakit harus turun jauh dari tujuan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
“Transportasi publik ini seharusnya bisa menjangkau titik-titik penting seperti rumah sakit. BDH misalnya, Feeder belum sampai ke sana. Idealnya bisa sampai ke depan lobi atau UGD,” kata Tubagus.
Ia menilai, tanpa akses langsung ke objek vital seperti rumah sakit, perkantoran, dan kawasan padat penduduk, fungsi Feeder sebagai angkutan penghubung tidak akan maksimal.
Menurut politisi PKB itu, perluasan rute saja tidak cukup.
Penambahan armada harus berjalan beriringan agar interval kedatangan bus tetap terjaga dan warga tak perlu menunggu terlalu lama.
“Kalau rutenya ditambah tapi armadanya tetap, ya tetap saja warga kesulitan. Harus ada kendaraan tambahan supaya layanan benar-benar terasa manfaatnya,” ujarnya.
Tubagus juga menekankan pentingnya transportasi publik yang terintegrasi dan merata untuk mendukung sektor kesehatan, ekonomi, hingga pelayanan pemerintahan. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari