Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Surabaya Siapkan Lompatan Besar Jadi Kota Inovasi, Ratusan Ide Kreatif Lahir Lewat Inovboyo 2025

Dimas Mahendra • Selasa, 8 Juli 2025 | 00:15 WIB

DOOSTROP: Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad saat diwawancarai media.
DOOSTROP: Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad saat diwawancarai media.


RADAR SURABAYA - Surabaya menatap masa depan sebagai kota inovasi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya lewat ajang Inovboyo 2025 mendorong seluruh jajaran hingga masyarakat untuk melahirkan ide-ide segar yang mampu membawa perubahan nyata bagi kota ini.

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menegaskan, Inovboyo 2025 bukan sekadar lomba inovasi, tapi menjadi panggung besar lahirnya solusi kreatif dari berbagai lini demi menjadikan Surabaya sebagai “living innovation ecosystem”.

“Setiap sudut kota ini harus bernapas dengan inovasi, berdetak dengan kreativitas, dan tumbuh lewat kolaborasi lintas generasi. Surabaya ke depan bukan hanya soal beton dan gedung, tapi soal ide dan perubahan,” kata Irvan, Senin (7/7).

Inovboyo 2025 berhasil menjaring 342 inovasi dari berbagai Perangkat Daerah (PD), RSUD, hingga kecamatan.

Ada 17 kategori lomba, mulai dari inovasi ekonomi, teknologi informasi, pendidikan, lingkungan, hingga pelayanan publik.

Dari sekian banyak ide, sebagian besar fokus pada pemanfaatan teknologi sebagai alat transformasi.

Mulai dari Sekretariat DPRD yang menghadirkan sistem Buku Tamu Online hingga e-Perpus, hingga Inspektorat dengan sistem Whistle Blowing, e-Audit, dan manajemen risiko digital.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya juga unjuk gigi lewat Portal Satu Data dan sistem keamanan informasi.

Sementara Bagian Organisasi menampilkan e-Anjab dan e-SOP untuk mempercepat transformasi digital birokrasi.

“Ini bukti bahwa AI (artificial Intelligence), big data, dan internet of things (IoT) bukan lagi istilah asing. Semuanya sudah bisa dipakai untuk menjawab kebutuhan riil warga,” ujar Irvan.

Menariknya, tak hanya dinas dan badan, kecamatan dan RSUD di Surabaya juga turut melahirkan inovasi.

Kecamatan Asemrowo punya SI ASIK untuk layanan administrasi, Kecamatan Bulak punya SI BADAK untuk data kegiatan, sementara Kecamatan Mulyorejo mengusung SMEP untuk monitoring PKK.

Di sisi lain, RSUD BDH menghadirkan sistem SINAR hingga SIPEMUJA untuk pemulasaraan jenazah.

RSUD dr. Soewandhie menghadirkan SIMPLE untuk manajemen alat kesehatan.

“Ide-ide ini lahir dari masalah-masalah di lapangan. Bukan hanya canggih, tapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.

Irvan menegaskan, ada tiga pilar yang ingin dicapai lewat Inovboyo: demokratisasi inovasi agar semua warga bisa berkontribusi, mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan, dan teknologi humanis yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

“Kita bayangkan, AI bisa memprediksi banjir dengan akurasi tinggi lewat ponsel warga. Ini bukan mimpi. Ini adalah masa depan Surabaya yang sedang kita bangun bersama,” tegas Irvan.

Ajang Inovboyo 2025 bukan semata adu gagasan, tapi menjadi batu loncatan agar Surabaya menjadi kota yang tak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga menjadi pusat inovasi dan kreativitas warganya. (dim/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#inovboyo 2025 #Lingkungan #lomba #kolaborasi #Pelayanan Publik #lintas generasi #inovasi #pendidikan #pemkot surabaya #Irvan Wahyudrajad