RADAR SURABAYA - Rumah Sakit Menur Surabaya menemukan tren mengkhawatirkan atas meningkatnya pengaruh judi online (judol). Bahkan puluhan pasien yang kecanduan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza) juga kecanduan judi online yang saat ini tengah dirawat di RS Menur.
Direktur Utama RS Menur Vitria Dewi mengatakab bahwa beberapa pasien napza yang dirawat juga terjerat dengan permainan judol. Temuan tersebut dilakukan di Instalasi rehabilitasi narkoba.
"Ketika kita lakukan perawatan rehabilitasi Napza, muncul pengakuan bahwa beberapa pasien juga bermain judi online," jelasnya Senin (30/6).
Data menunjukkan mayoritas pasien rehabilitasi Napza juga terlibat dalam judi online. Jumlah pasien rehabilitasi Napza yang bermain judol juga mencapai puluhan orang.
"Dari data yang kami miliki, sebagian besar pengguna Napza juga bermain judi online. Hanya sedikit yang hanya menggunakan Napza saja tanpa terlibat judi online," jelasnya.
Pasien judol yang datang untuk melakukan perawatan di RS Menur Surabaya juga tidak seperti orang dengan gangguan mental. Namun fungsi luhurnya sudah hilang, seperti tidak memikirkan kepentingan keluarga.
Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Menur Rifatul Hasna, memberikan penjelasan lebih rinci. Berdasarkan data bulan Mei 2025, dari 31 pasien rehabilitasi Napza, 23 orang juga bermain judi online.
"Dari observasi, penggunaan Napza oleh beberapa pasien meningkatkan keberanian mereka dalam bermain judi online," ungkap Hasna.
Ia juga menjelaskan inovasi pengobatan yang diterapkan RS Menur, yaitu program "Piala Oscar" yang menggabungkan pendekatan medis, terapi komunitas, dan dukungan spiritual. Karena ini adiksi perilaku sehingga konsepnya mirip dengan merawat dengan pasien kecanduan Napza. (*)