RADAR SURABAYA - Uji coba layanan Suroboyo Bus listrik yang berlangsung sejak dua bulan lalu telah berakhir. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya kini tengah mengevaluasi bus ramah lingkungan tersebut.
Kepala Seksi Penumpang dan Angkutan Dishub Surabaya Ali Mustofa membenarkan bahwa masa uji coba sudah selesai. Saat ini, seluruh data dan masukan dari masyarakat tengah dianalisis untuk disampaikan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
“Benar, untuk bus listrik sudah selesai masa uji cobanya dan sekarang tahap evaluasi,” ujar Ali saat dikonfirmasi Radar Surabaya, Jumat (27/6).
Bus listrik berwarna putih yang diuji coba dalam rute baru ini mendapat respons positif dari masyarakat. Banyak warga yang memanfaatkan layanan tersebut, terutama karena kenyamanan kendaraan dan konsepnya yang ramah lingkungan.
“Betul, antusiasme masyarakat cukup tinggi berkaitan dengan moda transportasi baru tersebut,” tambah Ali.
Selanjutnya, hasil evaluasi ini akan menjadi referensi penting bagi Pemkot Surabaya dalam menentukan arah pengembangan transportasi publik ramah lingkungan ke depan. Ali menegaskan, pemkot masih mengkaji kemungkinan kelanjutan operasional bus listrik. Termasuk opsi perubahan atau penyesuaian rute jika diperlukan.
“Masih kami kaji, hasil evaluasi tersebut sebagai bahan referensi Pemkot,” jelasnya.
Bus listrik ini merupakan bagian dari upaya Surabaya menuju kota bertransportasi hijau, efisien, dan berkelanjutan. Jika hasil evaluasi disetujui, bukan tak mungkin rute dan jumlah armada akan ditambah untuk memperluas jangkauan dan kenyamanan layanan bagi warga.
Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) mulai melakukan uji coba bus listrik untuk rute baru yang menghubungkan Terminal Bungurasih dengan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak. Uji coba dilaksanakan sejak Selasa (5/5/2025). Ini menjadi bagian dari pengembangan transportasi publik berbasis energi ramah lingkungan di Kota Pahlawan.
Hani, 34, warga Rungkut, menyambut baik uji coba bus listrik yang dilakukan Dishub Surabaya. Ia berharap transportasi ramah lingkungan ini bisa menjadi alternatif yang nyaman dan murah bagi warga.
“Kalau busnya nyaman, adem, dan tarifnya terjangkau, pasti banyak orang yang mau pindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum,” ujar Hani.
Menurut dia, selama ini banyak warga di wilayah timur Surabaya yang masih enggan menggunakan transportasi umum karena kurangnya kenyamanan dan akses yang terbatas. Ia menilai bus listrik bisa jadi solusi sekaligus langkah nyata mengurangi polusi udara. (dim)
Editor : Lambertus Hurek