RADAR SURABAYA – Petra Christian University (UK PETRA) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) terus berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan. Kali ini, sinergi dilakukan melalui program “Transformasi Menuju Suistanable Eco-Tourism (SET) Melalui Inovasi Ekonomi Mandiri dan Smart Community”.
Menyasar para pelaku UMKM di Kelurahan Wonorejo Rungkut, UK PETRA dan WVI fokus pada diversifikasi dan komersialisasi produk lokal berbasis mangrove.
Ketua tim, Pwee Leng, dan anggota tim sekaligus PIC program, Astri Yogatama mengatakan di tahun pertama program ini diadakan, pihaknya berkeinginan agar Wonorejo Rungkut yang terkenal dengan wisata mangrove dapat kembali bangkit.
“Kegiatan ini jangka panjang ya. Jadi sesuai kebutuhan mereka yang ingin ada peningkatan perekonomian, hari ini (14/6) kami adakan tiga pelatihan sekaligus. Yakni membuat kue nastar yang isian nanasnya dari olahan kulit mangrove dan adonannya dari tepung mangrove oleh program coordinator culinary business management, Agung Harianto. Lalu ada minuman berbahan dasar sirup mangrove juga. Dan terakhir cara packaging sederhana untuk olahan seafood,” jelas Astri.
Sebanyak 48 UMKM turut andil dalam pelatihan tersebut.
Menurut Astri, UMKM merupakan salah satu bagian dari eco-tourism yang akan menjadi layanan bagi turis sekaligus sumber perputaran perekonomian lokal.
Usai pelatihan dan dilombakan antar UMKM, mereka nantinya juga akan melakukan pameran untuk unjuk tampil hasil produknya.
“Pada kesempatan ini, kami juga memfasilitasi bila ada UMKM yang ingin lebih mengembangkan usahanya. Seperti pengelolaan keuangan agar mudah terkait pinjaman, pendaftaran hak cipta produk, kiat menembus pasar global, dan lainnya,” tambah Astri.
Berlangsung dari Mei hingga Oktober 2025, program bertajuk Pemberdayaan dan Bimbingan Gratis untuk Pejuang UMKM 2025 ini disambut antusias oleh warga.
Lurah Wonorejo Rungkut, Ari Hardini mengungkap para pelaku UMKM di wilayahnya diharapkan dapat memanfaatkan dengan baik.
“Kelurahan Wonorejo Rungkut punya banyak sekali UMKM. Tak hanya kuliner namun juga craft dan lainnya. Saya berharap program seperti ini menjadi langkah mereka untuk menjadi lebih maju. Terus optimistis karena dengan adanya pendampingan, kualitas produk dapat ditingkatkan sehingga otomatis bisa bersaing,” ujarnya.
Nining Zahro, salah satu pelaku UMKM juga senang mendapat ilmu baru dari pelatihan hasil sinergi UK PETRA dan WVI.
Meski usahanya bergerak di bidang craft berupa artwork merchandise namun tidak menutup kemungkinan dia juga akan mengembangkan usaha di kuliner.
“Tertarik untuk mengembangkan usaha pasti ada. Karena roda terus berputar dan kondisi ekonomi sekarang ini harus disikapi dengan cerdas. Jadi, tidak hanya dari satu pintu lapangan kerja saja namun beberapa. Selama ada peluang untuk mendapat income lebih bagus, kami akan terus optimis,” pungkasnya. (rul/nur)
Editor : Nurista Purnamasari