Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Transportasi Publik Bisa Jadi Lahan Iklan, DPRD Surabaya Minta Dishub Tak Cuma Andalkan Subsidi

Dimas Mahendra • Jumat, 13 Juni 2025 | 19:27 WIB

 

Bodi bus maupun feeder, interior sampai halte bisa dimanfaatkan sebagai media promosi berbayar untuk menekan subsidi.
Bodi bus maupun feeder, interior sampai halte bisa dimanfaatkan sebagai media promosi berbayar untuk menekan subsidi.

RADAR SURABAYA - Komisi C DPRD Kota Surabaya mendorong pemerintah untuk melakukan pemanfaatan kreatif aset transportasi publik.

Hal ini bertujuan sebagai strategi mengurangi beban subsidi anggaran dalam jumlah fantastis.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya Josiah Michael menyebut Dishub harus lebih kreatif agar tidak terus-terusan membebani anggaran daerah.

Dimana, operasional Suroboyo Bus dan angkutan feeder WiraWiri terus merugi dan membebani keuangan kota dengan subsidi yang mencapai lebih dari Rp 100 miliar per tahun.

Padahal, dia berpendapat, banyak peluang lain yang sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber pendapatan namun belum disentuh oleh dinas.

Salah satu potensi besar yang belum digarap serius, menurutnya, adalah layanan iklan.

Dari bodi bus, interior, sampai halte bisa dimanfaatkan sebagai media promosi berbayar.

"Halte bisa dijadikan sarana iklan. Begitu pula dengan busnya, baik di luar bodi maupun di dalam. Ini harus dioptimalkan untuk menekan angka subsidi itu," tegas Josiah.

Menurut dia, jika sektor iklan dan kerja sama dengan swasta digarap serius, subsidi bisa ditekan dan sisanya dialihkan untuk pengembangan layanan. Termasuk penambahan trayek dan armada baru yang selama ini jadi tuntutan warga.

"Jadi, saya kira perlu mendorong kreativitas dari Dishub, supaya transportasi publik ini bisa berjalan dengan baik. Karena kita tahu saat ini pengoperasian Suroboyo Bus dan feeder itu masih defisit, masih ditambal dengan subsidi dari APBD," ujar legislator dari Fraksi PSI itu.

Dia melanjutkan, iklan di bodi bus, interior kendaraan, maupun shelter halte dinilai sebagai potensi pendapatan yang belum dimanfaatkan.

Dengan berkurangnya beban subsidi, dana yang selama ini digunakan untuk menambal defisit dapat dialihkan untuk pengembangan.

"Uang yang selama ini untuk subsidi, bisa digunakan untuk mengembangkan transportasi publik itu sendiri, seperti menambah trayek baru atau armada baru," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#media promosi #iklan #surabaya #dishub surabaya #halte #transportasi publik #Wirawiri Suroboyo #dprd surabaya #suroboyo bus