RADAR SURABAYA - Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi internasional. Arif Nur Muhammad Ansori, peneliti dari Sekolah Pascasarjana Unair, resmi menjadi anggota World Society for Virology (WSV), sebuah organisasi global bergengsi yang terdiri dari para ahli virologi dunia.
Arif mengungkapkan, motivasinya bergabung dengan WSV karena visi inklusif dan kolaboratif organisasi tersebut.
"WSV merupakan wadah global yang mempertemukan ilmuwan virologi tanpa memandang latar belakang negara atau ekonomi. Visi mereka selaras dengan semangat saya untuk memperkuat riset virologi, terutama di negara berkembang seperti Indonesia," jelasnya.
Keanggotaan ini memberikan Arif akses ke berbagai sumber daya WSV, termasuk riset, beasiswa, pelatihan karier, seminar, dan diskusi ilmiah.
"Saya juga menjajaki peran di Komite Pelatihan dan Pengembangan Karier serta Komite Keanggotaan," tambahnya.
Saat ini, Arif aktif meneliti retrovirologi di Joint Research Center for Human Retrovirus Infection, Kumamoto University, Jepang, dengan fokus pada Bovine Leukemia Virus (BLV).
"Berbeda dengan HIV dan HTLV, BLV masih kurang diteliti di Indonesia, padahal berpotensi berdampak pada kesehatan hewan dan manusia," ujar Arif.
Arif berharap keanggotaannya di WSV tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan keilmuannya, tetapi juga membawa nama Unair ke kancah global.
Ia ingin memfasilitasi kolaborasi akademik antara Unair dan WSV, seperti seminar bersama, pelatihan, dan riset gabungan.
"Saya ingin mendorong Unair lebih aktif dalam forum ilmiah global dan mempercepat publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi," harapnya.
Keanggotaan ini juga memperluas wawasan Arif dalam pendekatan One Health, yang mengintegrasikan manusia, hewan, dan lingkungan dalam penanganan penyakit akibat virus.
"WSV menjadi platform ideal untuk belajar praktik terbaik dari negara lain," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari