RADAR SURABAYA - Kabar duka menyelimuti jemaah haji asal Tulungagung yang saat dirawat di RS Haji Surabaya sejak awal kedatangan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Kamis (1/5), meninggal dunia pada Minggu (4/5) pagi pukul 08.18.
Jemaah kloter 3 ini bernama Isdiyono Taslim Atmo Suwito asal Dusun Dungkul RT 04 RW 02, Desa Gebang, Pakel, Tulungagung ini saat ini sudah dipulangkan ke daerah.
Dari informasi yang dihimpun Radar Surabaya, jenazah Isdiyono, 60, akan dimakamkan malam ini pukul 20.00 WIB.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, jemaah haji yang meninggal tersebut saat dirujuk ke RS Haji bersama dengan istrinya yang mendampingi. Sehingga keduanya tidak bisa berangkat ke Tanah Suci.
Bahtiar menyebut dari pemeriksaan dan diagnosa dokter RS Haji, jemaah tersebut meninggal karena penyakit TBC dan stroke.
"Ya kami ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya bapak Isdiyono. Mudahan-mudahan oleh Allah SWT ditempatkan ke surganya dan keluarga diberikan ketabahan," kata Bahtiar, Minggu (4/5).
Jemaah yang meninggal dunia tersebut kini sudah berada di rumah duka dan seluruh biaya kepulangan ditanggung oleh Kemenag.
Tak hanya itu, keluarga yang ditinggalkan juga akan mendapatkan santunan atau asuransi kematian sebesar Rp 96 juta.
"Yang meninggal dunia akan mendapatkan asuransi kematian nilainya Rp 96 juta. Karena beliau sudah berangkat dari daerah ke Embarkasi Surabaya otomatis asuransinya sudah turun meski belum berangkat ke Tanah Suci," jelasnya.
Sebelumnya, Isdiyono Taslim Atmo Suwito, 60, berangkat haji bersama dengan istri, Sunarmi Mrakih, 57, yang tergabung dalam jemaah haji asal Tulungagung kloter 3.
Jemaah yang meninggal tersebut bersama dengan kloter 3 yang terdiri dari Tulungagung dan Kediri masuk ke asrama haji, Kamis (1/5) pukul 11.00 dan diterbangkan pukul 11.40 WIB. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari