RADAR SURABAYA - Kembali, Jan Hwa Diana dilaporkan ke polisi. Kali ini, bukan kasus penggelapan ijazah, namun ia dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas kasus dugaaan perusakan mobil milik Paul Stephnus, 60, warga Tenggilis Mejoyo, Surabaya.
Kasus dengan terlapor Jan Hwa Diana ini dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Laporan tersebut telah diterima SPKT dengan nomor LP/B/353/IV/2025 SPKT Polrestabes Surabaya/ Polda Jatim, pada 19 April lalu.
Penasehat hukum Paul, Jemmy Nahak, mengatakan insiden tersebut terjadi di Jalan Pradah Permai, Dukuh Pakis, Surabaya 23 September 2024. Kejadian ini bermula, saat korban yang merupakan seorang kontraktor, mendapat proyek pengerjaan plafon lantai V rumah milik Jan Hwa Diana senilai Rp 400 juta.
Setelah dikerjakan selama enam bulan, pengerjaan sudah selesai 80 persen. Korban bermaksud mengambil peralatan kerjanya karena untuk digunakan mengerjakan proyek lainnya.
Kala itu korban mengajak Yanto datang ke rumah Diana. Yanto diajak untuk membantu Paul mengambil alat kerjanya. Korban dan Yanto berangkat menggunakan dua mobil berbeda. Korban mengemudikan mobil pikap, sedangkan Yanto membawa mobil sedan. Sesampainya di lokasi ternyata mendapat penolakan dari Diana.
"Klien saya dan temannya dilarang ambil barang, terus dibilang pencuri. Lalu atas perintah Jan Hwa Diana, suaminya, Handy Soenaryo diminta merusak roda mobil menggunakan gerinda," ungkapnya, Kamis (1/5).
Tak hanya itu. Korban juga didesak mengembalikan 50 persen uang pembayaran dana renovasi. Saat itu situasi semakin memanas. Paul dan Yanto memilih balik kanan. Dalam kasus ini yang menjadi terlapor bukan hanya Handy Soenaryo. Namun, juga ditujukan kepada Jan Hwa Diana, anak, dan satu orang karyawan.
"Saya menegaskan kepada Polrestabes Surabaya bahwa patut diduga sekeluarga melanggar Pasal 170 KUHP," bebernya.
Ia melanjutkan, terlapor sudah dipanggil dua kali. Namun diduga melalaikan panggilan tersebut. "Saya memohon dan meminta kepada kepolisian mengambil tindakan tegas," pintanya.
Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty membenarkan ada laporan dugaan perusakan mobil tersebut. "Masih lidik," ucapnya. (rus/gun)
Editor : Guntur Irianto