Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peserta UTBK Unesa Berkebutuhan Khusus Optimistis Raih Mimpi Kuliah

Rahmat Sudrajat • Kamis, 24 April 2025 | 21:39 WIB

 

OPTIMISTIS: Salah satu peserta berkebutuhan khusus saat di dalam ruangan kampus Lidah Wetan, Unesa menjelang dimulainya mengajarkan soal UTBK pada hari kedua, Kamis (24/4).
OPTIMISTIS: Salah satu peserta berkebutuhan khusus saat di dalam ruangan kampus Lidah Wetan, Unesa menjelang dimulainya mengajarkan soal UTBK pada hari kedua, Kamis (24/4).

RADAR SURABAYA - Hari kedua pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turut diikuti oleh tujuh peserta berkebutuhan khusus, terdiri dari dua tuna netra dan lima tuna rungu.  

Meski memiliki keterbatasan, mereka tampak semangat untuk bersaing dan lolos UTBK.

Peserta tuna netra mengikuti ujian di ruangan terpisah di Kampus Lidah Wetan Surabaya, Kamis (24/4).

Salah satu peserta tuna netra, Abidah Ardelia Ramadhani Budiatmaja mengaku sudah mempersiapkan diri sejak beberapa bulan lalu.

Dia melakukan belajar mandiri, meski demikian siswa lulusan SMA Muhammadiyah Sidoarjo ini optimistis apa yang dicita-citakan bisa terwujud untuk masuk ke Unesa.

"Belajar mandiri saja. Sudah mempersiapkan sejak beberapa bulan lalu," ujar Abidah.

Dia memilih jurusan musik Unesa karena sesuai dengan apa yang disukai selama ini.

"Ya karena saya suka musik dari dulu, sehingga pingin melanjutkan apa yang saya suka," jelasnya.

Abidah yang memiliki keterbatasan tidak bisa melihat sejak kecil ini mengaku selama mengerjakan soal akan dibantu dengan audio untuk membacakan teks soal.

Setelah itu dia akan juga dibantu dengan reglet untuk menulis jawaban dalam huruf braile.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi mengatakan, pihaknya telah memfasilitasi peserta berkebutuhan khusus dengan berbagai cara. 

"Kita siapkan aplikasi menggunakan Non Visual Desktop Acces (NVDA) software yang mampu mengubah teks yang ada di layar itu menjadi voice. Sehingga bisa mendengarkan semua soal persis dengan apa yang ada di teks," jelas Martadi.

Selain itu, Unesa juga memberikan pendampingan, mulai dari tutorial hingga pendampingan khusus untuk mengatasi kendala teknis.

Pendampingan tidak boleh disamping tapi ketika mereka membutuhkan akan memberikan kode. 

"Ada juga pengawas. Soal sama persis tidak ada perbedaan yang membedakan teks yang tertampilkan berupa menjadi voice atau suara," ujarnya.

Tidak hanya di UTBK, Unesa juga menyediakan jalur afirmasi bagi mahasiswa berkebutuhan khusus melalui jalur mandiri.

"Nanti juga selain di UTBK, Unesa sebagai kampus disabilitas memberikan kesempatan untuk jalur afirmasi yang akan dilakukan pada jalur mandiri cukup banyak hampir 50-60-an orang," terang Martadi.  

Kuota disabilitas sekitar 50 orang tersebar di berbagai prodi, dengan bimbingan konseling terkait bakat dan potensi agar memilih prodi yang relevan.

"Misalnya mereka yang tuna netra mengambil prodi seni musik. Kemudian yang tuna rungu ke desain, seni rupa atau bidang lain," jelasnya.

Unesa juga memastikan kenyamanan dan kelancaran studi mahasiswa berkebutuhan khusus dengan pendampingan sejak awal perkuliahan, termasuk penyediaan ruangan khusus dan upaya pencegahan bullying

"Dan selama perkuliahan pun kami menyiapkan pendamping diawal ada orientasi perkuliahan, ruangan bahkan temannya. Karena sering kali tidak semua teman itu aware terhadap anak disabilitas takutnya ada bullying. Sehingga anak-anak berkebutuhan khusus merasa nyaman dan studi berjalan lancar," tutur Martadi.  

Bahkan, tahun ini Unesa akan memiliki dosen berkebutuhan khusus di dua fakultas. 

"Tahun ini malahan kita akan ada dosen berkebutuhan khusus di dua fakultas ada di FE dan FIKK," imbuhnya.

Proses pemilihan prodi juga melibatkan asesmen psikologis untuk memastikan kesesuaian prodi dengan kemampuan mahasiswa. 

"Tentu nanti ada asesmen yang dilakukan psikolog maupun pusat unggulan institusi disabilitas, untuk memetakan tingkat kekhususan masing -masing anak ketika memilih prodi itu apakah dimungkinkan tidak kesulitan,” ungkapnya.

“Kalau merasa kesulitan kita bisa menjelaskan dan membimbing agar memilih bidang yang sesuai," imbuhnya.

Sebelumnya, tes UTBK hari pertama Rabu (23/4), di Unesa berjalan lancar dan aman.

Ujian yang dilaksanakan di Kampus 1 Ketintang dan Kampus 2 Lidah Wetan itu diikuti sebanyak 2.462 peserta.

Rinciannya, 1.225 peserta pada sesi satu dan 1.237 peserta pada sesi dua atau sesi siang.

Sementara yang terjadwal harusnya hadir sebanyak 2.560 peserta pada hari pertama tersebut. Artinya, terdapat 98 peserta tidak hadir tanpa keterangan di hari pertama. 

“Dari daftar kehadiran di sistem kami, 98 peserta tidak hadir. Rinciannya, 55 peserta sesi satu dan 43 peserta pada sesi dua. Secara sistem, mereka yang tidak hadir otomatis gugur,” ujar Kasubdit Admisi dan Kelulusan Mahasiswa Unesa, Sukarmin. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Braile #berkebutuhan khusus #UNESA #tuna rungu #utbk #tuna netra