RADAR SURABAYA - Industri animasi Indonesia memasuki babak baru yang gemilang.
Untuk pertama kalinya, sebuah film animasi karya anak bangsa berhasil menembus layar lebar bioskop di seluruh Indonesia.
Keberhasilan ini tak lepas dari dedikasi dan kerja keras para animator lokal yang terlibat dalam proses produksi.
Film animasi Jumbo adalah film animasi produksi Indonesia yang pertama kali berhasil menembus dan diputar di bioskop-bioskop yang ada di Indonesia.
Film yang dirilis pada 31 Maret 2025, hingga saat ini berhasil menyedot tiga juta penonton dalam kurun waktu hanya dua minggu.
Film dengan durasi selama 1 jam 42 menit ini, dalam produksinya melibatkan sebanyak 420 kreator asal Indonesia.
Dan salah satu animatornya berasal dari Surabaya, yang juga merupakan Alumni IPDM (International Program in Digital Media) Petra Christian University (PCU) Surabaya, Maximillian Serafino Suprapto.
Sebagai salah satu animator di Film Jumbo, Maximillian mengatakan bahwa dia berkontribusi di tahap produksi animasi. Mulai dari tahap blocking, animasi hingga clean up.
"Saya terlibat dalam proses produksi film animasi Jumbo ini menghabiskan waktu selama empat bulan, dimana dalam waktu selama itu saya bisa menghasilkan gambar kurang lebih selama 30-40 menit dari total durasi film. Karena kan yang mengerjakan banyak orang," kata Maximillian saat ditemui di lokasi pemutaran Jumbo di Surabaya, Senin (14/4/2025).
"Saya sangat menikmati ketika proses produksinya. Dan tentu sangat senang ketika melihat film yang saya bantu ini bisa sukses dan menyedot sebanyak tiga juta penonton," ujar Maximillian.
Ia menjelaskan tantangan dalam pembuatan film ini adalah soal kreatifitas, bagaimana membuat karakter bergerak, berpose sesuai dengan manusia bergerak.
Hingga memunculkan ekspresi dari karakter-karakter dengan detail, body languagenya, karena menurutnya hal itu sangat berpengaruh dengan penonton.
"Selain itu kesulitannya pada tiap karakter berbeda-beda, karena secara bentuk memang berbeda. Ditambah lagi ketika sudah berhubungan dengan aksesoris, jadi benar-benar harus kreatif," ungkap alumni PCU angkatan 2020 ini.
Ia berharap dengan keberhasilan film Jumbo ini menembus layar lebar, bisa menjadi pintu gerbang bagi pada animator Indonesia untuk berkembang di dunia animasi. (sam/opi)
Editor : Nofilawati Anisa