RADAR SURABAYA - Tak sampai hitungan jam, berbagai hidangan khas lebaran ketupat yang disajikan Sukolilo Baru Surabaya ludes diserbu ratusan orang yang sudah mengantre untuk mendapatkan ketupat dan makanan lainnya.
Lebaran ketupat yang meriah itu digelar di kawasan Sukolilo Baru Surabaya, Senin (7/4).
Bahkan, untuk mendapatkan dalam jumlah banyak mereka membawa tempeh atau baki.
Hidangan yang disajikan pun berbagai macam, ada ketupat, lontong soto, lontong sate, lodeh ketupat, seblak, mie hingga lontong gule.
Selain itu ada berbagai minuman juga disajikan untuk warga RW 02 Sukolilo Baru.
Bahkan, hidangan ini bisa dinikmati tidak hanya warga dari kampung tersebut, melainkan ada warga dari luar wilayah atau pengguna jalan yang kebetulan melintas juga turut mengantre mendapatkan makan gratis hari raya ketupat.
Seperti Bening yang sejak pukul 15.00 WIB sudah mengantre, padahal makanan tersebut digelar pukul 15.30 WIB.
Bening pun mendapatkan mendapatkan seblak, lodeh ketupat hingga lontong soto.
"Ya seru bisa menikmati lebaran ketupat. Mengantre bersama dan makan bersama," ujar Bening.
Makanan tersebut dihabiskannya di pinggir jalan bersama dengan warga sekitar.
Dia mengaku baru kali ini merasakan menu ketupat dan makanan lainnya di pinggir jalan secara gratis saat lebaran ketupat.
"Baru pertama, tahunya pas lewat ada yang beri tahu kalau ada makan ketupat gratis. Akhirnya ya nungguin," ungkapnya.
Ketua RW 2 Sukolilo Baru, Surabaya, Hanafi mengatakan, tujuan dari tradisi ini sebagai bentuk pelestarian orang tua zaman dulu di kawasan tersebut.
"Jadi sejak saya kecil selalu diadakan makan gratis saat lebaran ketupat. Dulu di kampung-kampung, sekarang kita bawa ke jalan raya supaya semua bisa merasakan dan merayakan," ungkap Hanafi.
Selain itu, makan gratis ini juga untuk mempererat silaturahmi antar warga bahkan Hanafi mengakui tak sedikit warga lainnya juga turut mengantre dan makan bareng di tempat tersebut.
"Jadi boleh dan silahkan makan. Mau warga sini maupun orang lewat dipersilahkan, silahkan sepuasnya. Harapannya ke depan agar budaya dan tradisi ini terus dilestarikan," ujarnya.
Lebaran ketupat merupakan tradisi turun temurun yang digelar setiap sepekan setelah hari raya Idul Fitri.
Meski demikian Hanafi mengaku tahun ini warga yang mayoritas merupakan nelayan tak sebanyak dulu yang berpartisipasi menggelar makan gratis.
Hal ini menurutnya dikarenakan hasil tangkapan nelayan dalam beberapa bulan ini tidak sebanyak tahun lalu.
"Tidak seperti tahun lalu karena tangkapannya (nelayan, Red) tidak banyak dalam empat bulan terakhir. Jadi yang menyediakan makanan gratis 25 orang biasanya sampai 100 orang. Tapi kita patut bersyukur bahwa tradisi ini masih bisa lestari," tegasnya.
Salah satu warga yang menyediakan makanan gratis ketupat, Halimah mengaku, setiap habis lebaran dia tidak pernah absen untuk ikut membagikan makanan gratis berupa ketupat. Dia pun menyediakan lontong soto hingga ketupat lodeh.
"Ya memang tradisi. Jadi tidak bisa kalau tidak berbagi, apalagi ini setahun sekali kan. Jadi untuk meneruskan tradisi dan memperkuat silahturahmi bertetangga," ujar Halimah. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari