RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengubah konsepnya untuk mengurai kemacetan di area bundaran Dolog.
Mulanya, untuk memecah kemacetan di sana, pemkot berencana membangun underpass. Namun, sekarang rencana itu dirubah menjadi fly over.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Syamsul Hariyadi membenarkan hal tersebut.
Pemkot berencana membangun fly over sebagai bentuk upaya mengurai kemacetan di area tersebut.
"Iya, untuk titiknya sama seperti yang direncanakan sebelumnya untuk underpass," kata Syamsul saat dikonfirmasi, Jumat (21/3).
Dia mengungkapkan, rencana pembangunan underpass ini akan diterapkan untuk mengurai kemacetan di ruas Margorejo.
Pemkot berencana membangun underpass di sana. Hanya saja, untuk saat ini mereka akan fokus pada realisasi fly over bundaran Dolog terlebih dahulu.
"Iya di Margorejo pas lampu merah Giant itu titiknya (untuk underpass). Rencana seperti itu (arah dari utara ke selatan)," tuturnya.
Dia melanjutkan, saat ini pihaknya tengah menunggu sisa lahan dibebaskan untuk pengerjaan proyek fly over itu.
Anggaran yang akan digunakan untuk membangun fisik proyek ini bakal menggunakan kerja sama dengan pemerintah pusat. Pemkot hanya fokus menyiapkan lahannya.
Sebagai informasi, untuk membangun proyek di area bundaran Dolog itu, pemerintah masih harus membebaskan 16 persil lagi.
Sejumlah persil itu belum bisa dibebaskan karena syarat administrasinya masih belum bisa terpenuhi. Alhasil, pemerintah hingga saat ini masih melakukan sejumlah up
aya untuk bisa membebaskan lahan yang sebagian merupakan milik warga.
"16 persil itu karena belum melengkapi persyaratan terkait perolehan hak atau waris dan adanya gugatan antar warga terkait kepemilikan tanah," kata Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Penyelenggaraan Prasaran Sarana Utilitas DPRKPP Surabaya Farhan Sanjaya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari