Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bagaimana Persiapan Jawa Timur Menghadapi Angkutan Lebaran 2025? Berikut Penjelasan Sekdaprov Adhy Karyono

M. Mahrus • Jumat, 14 Maret 2025 | 16:15 WIB
PERSIAPAN: Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono memaparkan kesiapan seluruh jajaran dari Pemprov Jatim untuk menghadapi Angkutan Lebaran 2025, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Kamis (13/3).
PERSIAPAN: Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Adhy Karyono memaparkan kesiapan seluruh jajaran dari Pemprov Jatim untuk menghadapi Angkutan Lebaran 2025, di Gedung Mahameru Mapolda Jatim, Kamis (13/3).

RADAR SURABAYA – Lebaran tinggal dua pekan lagi. Sebagai upaya pengamanan Hari Raya Idulfitri 2025/1446 di Wilayah Jatim, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono memaparkan kesiapan seluruh jajaran dari Pemprov Jatim untuk menghadapi Angkutan Lebaran 2025.

Adhy menjelaskan, dalam menghadapi Lebaran 2025, Pemprov Jatim menyiapkan personel sektor perhubungan sebanyak 7.554 orang dan kendaraan operasional sebanyak 148 unit.

Masa angkutan Lebaran tahun 2025 akan dimulai pada H-7 sampai H+7 (24 Maret 2025 – 8 April 2025).

"Kami telah membuat Posko di Dishub Prov. Jatim yang akan berlangsung pada 21 Maret 2025 – 10 April 2025, dengan prediksi puncak mudik pada 28 Maret 2025," ungkapnya dalam Rakor Lintas Sektoral di Mapolda Jatim, Kamis (13/3).

Dijelaskannya, berdasarkan survei dari Kemenhub, prediksi pergerakan masyarakat nasional selama masa Angkutan Lebaran 2025 sebesar 146,48 juta orang atau 52 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Dari jumlah ini, diprediksi turun sebesar 24,34 persen dibanding pergerakan nasional Angkutan Lebaran 2024 sebesar 193,6 juta rang.

Adhy menyebut, potensi pergerakan masyarakat berdasarkan daerah asal dari Jatim sebesar 14,8 persen atau 21,68 juta orang.

Berada di peringkat kedua setelah Jawa Barat. Begitu halnya dengan potensi pergerakan berdasarkan daerah tujuan dimana Jatim berada diperingkat kedua sebesar 18,7 persen atau 27,39 juta orang setelah Jawa Tengah.

"Kami identifkasi beberapa permasalahan yang mungkin timbul selama masa Angkutan Lebaran 2025, di antaranya lonjakan penumpang, ketersediaan armada, kondisi infrastruktur, kemacetan lalu lintas, cuaca buruk, serta lonjakan wisatawan," terangnya.

Dalam memberikan layanan kepada masyarakat menghadapi Hari Lebaran tahun ini, Pemprov Jatim menggelar program Mudik Gratis dengan total 100 Bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dari Surabaya menuju ke 21 kabupaten maupun kota tujuan di Jatim.

Sedangkan, Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mudik dari Jakarta ke Jatim disiapkan sebanyak 70 Bus AKAP berangkat dari TMII dengan jadwal keberangkatan pada 29 Maret 2025 mendatang.

"Kami juga menyediakan angkutan sepeda motor gratis sebanyak 400 unit bagi para pemudik," terangnya.

Adhy menyebut Pemprov Jatim juga menyiapkan beberapa titik rest area agar para pemudik bisa istirahat sejenak di antaranya masjid pada jalur utama pemudik, 14 jembatan timbang, 47 terminal Tipe A maupun Tipe B di Jatim.

"Kami juga menyiapkan beberapa rest area yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi istirahat sejenak," jelasnya.

Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi sekaligus Kapolda Jatim Komjen Pol Imam Sugianto mengatakan, dalam menghadapi Mudik Lebaran Polda Jatim membentuk operasi kepolisian terpusat dengan sandi 'Ketupat Semeru 2025' selama 17 hari di seluruh wilayah Polda Jatim.

Kapolda mengatakan, Operasi Ketupat Semeru 2025 akan menerjunkan 15.763 personel yang terdiri dari 8.990 orang, TNI 1.404 personel dan didukung oleh 5.369 personel dari berbagai unsur elemen seperti Dishub, Linmas, Satpol PP, Damkar, Dinkes, Pramuka, PMI, Organda hingga Basarnas.

"Kami juga akan fokus pada 295 titik kerawanan pada jalur arteri, 7 titik kepadatan jalur tol dan 3 titik lelah jalur tol," terangnya. (mus/rus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Angkutan Lebaran 2025 #Adhy Karyono #sekdaprov jatim #jumlah pemudik #kapolda jatim