RADAR SURABAYA – Umat Kristiani mengikuti perayaan Ekaristi Hari Rabu Abu sebagai awal masa Prapaskah, periode 40 hari untuk berpuasa dan berpantang dalam rangka mempersiapkan diri menyambut Paskah.
Tak ketinggalan, warga binaan beragama Kristiani di Rutan Perempuan Kelas II-A Surabaya turut ambil bagian dalam perayaan ini dengan mengikuti Misa Rabu Abu yang digelar di Gereja Elora.
Misa Rabu Abu ini dipimpin oleh RP Bonifasius Jagom, SVD, dari Paroki Salib Suci Tropodo, Sidoarjo. Dalam homilinya, Pater Jagom menjelaskan bahwa Rabu Abu menandai dimulainya masa Prapaskah, yang merupakan perjalanan rohani untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Melalui penerimaan abu, kita diingatkan akan kefanaan hidup dan dipanggil untuk bertobat serta semakin dekat dengan Tuhan,” ujar Pater Jagom.
Ia juga menegaskan bahwa selama masa Prapaskah, umat Katolik menjalankan pantang dan puasa sebagai bentuk pertobatan dan pengendalian diri. Namun, lebih dari sekadar kewajiban, Prapaskah menjadi kesempatan bagi umat untuk memperdalam doa, meningkatkan kepedulian kepada sesama, serta memperbarui komitmen iman.
"Mari jalani masa Prapaskah ini dengan hati yang tulus, agar kita semakin siap merayakan Kebangkitan Kristus dengan sukacita yang penuh,” ajaknya.
Misa Rabu Abu ini diikuti dengan penuh khidmat oleh umat yang hadir, termasuk para warga binaan. Dengan penerimaan abu di dahi sebagai simbol pertobatan, umat diajak untuk memasuki masa Prapaskah dengan semangat pembaruan iman dan kasih kepada sesama. (*)
Editor : Lambertus Hurek