Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemkot Surabaya Terapkan WFA, Pengamat Berikan Sejumlah Catatan

Dimas Mahendra • Selasa, 25 Februari 2025 | 21:58 WIB

 

Gagasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membebaskan ASN bekerja dari mana saja atau work from anywhere mendapat respons positif dari sejumlah kalangan.
Gagasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi untuk membebaskan ASN bekerja dari mana saja atau work from anywhere mendapat respons positif dari sejumlah kalangan.

RADAR SURABAYA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membebaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) mendapat respons positif dari sejumlah kalangan.

Salah satunya adalah dari pengamat kebijakan publik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Andri Arianto.

Menurut dia, gagasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi itu merupakan hal yang positif.

Istilah bekerja dalam konteks mobilitas global ialah mengembangkan dan membantu bisnis dengan menempatkan orang yang tepat di lokasi yang tepat.

Upaya tersebut sengaja dilakukan pemkot untuk mendekatkan pelayanan, sehingga masyarakat tidak perlu mengurus ke kantor kecamatan atau kelurahan.

Itulah kenapa, sebelumnya Eri sempat menerapkan hal itu kepada camat dan lurah agar ngantor di Balai RW.

"Sejak Pandemi Covid-19 mengguncang konsep tersebut dengan mengganggu cara kita bekerja dan apa yang kita anggap sebagai tempat yang tepat. Pandemi telah menantang dan mengubah hubungan pegawai atau karyawan dengan pekerjaan,” terang Andri Arianto, Selasa (25/2). 

“Kegiatan yang seharusnya dilakukan di luar rumah, terpaksa dilakukan dari dalam rumah, penerapan work from home (WFH) mulai diberlakukan,” imbuhnya.

Ketika pandemi mereda, istilah WFH berkembang menjadi WFA. Hal ini menurut dia merujuk pada suatu model kerja baru. Pegawai tidak terikat pada lokasi tertentu. 

"Bekerja bisa dari mana saja, baik dari rumah atau bisa di ruang kerja bersama (co-working space). Bahkan di tempat lain, di luar kantor seperti kafé dan ruang publik umum," ujar dia.

Konsep WFA ini berkaitan dengan pengaturan kerja yang fleksibel. Selain itu, hal ini juga menganut sistem kerja jarak jauh (remote working).

Dimana sebagian pegawai atau karyawan, bekerja di kantor dan sebagian lagi bekerja dari lokasi yang mereka pilih.

“Wali Kota Surabaya telah menyambut baik pelaksanaan WFA ini di Pemkot Surabaya dan telah menjalankannya di tahun 2024 lalu. Hal ini menunjukan gaya kepemimpinan masa depan yang  mencerminkan pandangan tentang bagaimana model kerja yang fleksibel dan berbasis teknologi dapat mengubah cara kita bekerja dan memimpin di masa depan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia menilai kepemimpinan Eri ini berbasis kepercayaan dan otonomi, mempercayai karyawan untuk mengelola waktu dan pekerjaan mereka sendiri yang fokus pada hasil dan produktivitas. Namun, dia juga memberikan catatan. 

Ketika WFA ini terus berjalan, maka pastinya harus ada efisiensi pengurangan biaya operasional. Selain itu, evaluasi kinerja pegawai haruslah berbasis efisiensi dan produktivitas.

Termasuk dapat mempercepat pencapaian dari SDGs (Sustainable Development Goals). 

"Serta dalam hal menciptakan Kota Surabaya yang lebih inklusif, humanis, adil, dan berkelanjutan," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#asn #Work From Anywhere #Pelayanan Publik #pemkot surabaya #Eri Cahyadi