RADAR SURABAYA – Setelah resmi ditahbiskan sebagai Uskup Surabaya pada Rabu, 22 Januari 2023, oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo, Mgr Agustinus Tri Budi Utomo langsung bergerak cepat. Uskup yang akrab disapa Uskup Didik ini segera membentuk tim inti yang akan membantunya dalam menggembalakan umat Katolik di wilayah Keuskupan Surabaya.
Tim inti atau yang oleh beberapa orang disebut sebagai "Kabinet Uskup" ini terdiri dari 23 orang yang mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari Kuria Keuskupan, Tim Ekonomi, Pusat Pastoral, hingga Vikaris Episkopal.
Namun, ada hal menarik yang menjadi sorotan. Uskup Didik, yang berasal dari Ngawi, memecah tradisi di Keuskupan Surabaya dan bahkan di sebagian besar keuskupan di Indonesia. Ia mengangkat empat pastor sekaligus sebagai Vikaris Jenderal (Vikjen), suatu langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Keempat Vikjen tersebut adalah RD Petrus Canisius Edi Laksito sebagai Vikaris Jenderal Moderator Kuria, RD Alexius Kurdo Irianto sebagai Vikaris Jenderal Pastoral, RD Yohanes Benny Suwito sebagai Vikaris Jenderal Pendidikan, dan RD Laurensius Rony sebagai Vikaris Jenderal Yudisial.
Langkah ini diambil Uskup Didik untuk memastikan pelayanannya dapat menjangkau berbagai aspek kehidupan umat Katolik di Keuskupan Surabaya.
"Saya membutuhkan banyak Romo untuk membantu saya menggembalakan umat Katolik di Keuskupan Surabaya. Saya tidak mampu berjalan sendiri," ujar Uskup Didik.
Ia menambahkan bahwa semua Romo di Keuskupan Surabaya adalah "malaikat-malaikat" yang akan mendampinginya dalam pelayanan ini. Dengan keyakinan penuh, ia percaya bahwa tugasnya sebagai uskup yang semula terasa berat akan menjadi lebih ringan dengan bantuan para Romo dan bimbingan Tuhan.
"Kita percaya, Tuhan selalu menyertai dan membimbing kita," tutur Uskup Didik. (*)
Editor : Lambertus Hurek