Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tradisi Ciswak, Ritual Pembersihan Diri Jelang Tahun Baru Imlek

Rahmat Sudrajat • Jumat, 24 Januari 2025 | 00:48 WIB
USIR SIAL: Para umat Tri Dharma menggelar ritual memotong kuku dan mencuci kaki dalam tradisi Ciswak di Kelenteng Boen Bio, Surabaya.
USIR SIAL: Para umat Tri Dharma menggelar ritual memotong kuku dan mencuci kaki dalam tradisi Ciswak di Kelenteng Boen Bio, Surabaya.

RADAR SURABAYA - Menyambut Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, umat Tri Dharma di Kelenteng Boen Bio, Surabaya, menggelar ritual pembersihan diri atau Ciswak.

Ritual ini merupakan tradisi pembersihan diri dan tolak bala untuk menyambut tahun baru dengan energi positif.

Ciswak yang dilakukan sepekan sebelum Tahun Baru Imlek ini diawali dengan pemotongan kuku tangan dan kaki, serta rambut.

Menurut kepercayaan, waktu tersebut dipercaya para dewa naik ke langit untuk menyampaikan catatan amal perbuatan umat selama setahun.  

Oleh karena itu, Ciswak menjadi momentum tepat untuk memohon berkah dan perlindungan di tahun mendatang. 

"Ritual ini dimulai dengan pemotongan kuku, rambut, dan pengambilan benang sepanjang satu jengkal sesuai unsur tahun kelahiran," jelas Haruka Sirakawa, salah satu umat Tri Dharma di Kelenteng Boen Bio.  

Potongan kuku dan rambut tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kertas doa (Kim Cua) berbentuk penyu dan gunung.

Kim Cua berbentuk penyu yang akan dilarung di Selat Madura pada Jumat (24/1).

Rohaniawan Konghucu, Liem Tiong Yang sekaligus pengurus Kelenteng Boen Bio mengatakan, Kim Cua berbentuk gunung dibakar di akhir upacara sebagai simbol persembahan doa kepada Tuhan.

Sebelumnya, umat menuliskan nama, alamat, tanggal lahir, dan harapan mereka di kertas doa tersebut.

Setelah pemotongan kuku dan rambut, ritual dilanjutkan dengan pembersihan diri menggunakan air bunga mawar dan melati.

"Aroma harum bunga melambangkan pengusir energi negatif dan pembersihan dosa," kata Liem.

Dia menambahkan, Ciswak serupa dengan ruwatan dalam tradisi Jawa,  merupakan upaya menumbuhkan energi positif dan membangkitkan kebaikan di tahun baru. Ritual ini, menurutnya, terbuka untuk diikuti semua orang.

"Umat Konghucu meyakini tradisi ini dapat menyampaikan harapan mereka kepada Thian (Tuhan) dan memberikan perlindungan sepanjang tahun 2025," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #Ciswak #imlek #Tri Dharma #kim cua #kelenteng boen bio